alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Jatuh ke Jurang, Pendaki Rinjani Ditemukan Meninggal Dunia

TANJUNG-Seorang pendaki asal Surabaya, Muhammad Fuad Hasan, 26 tahun, ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Rinjani. Korban diduga terpeleset jatuh ke tebing saat hendak turun menuju Danau Segara Anak.

Kapolsek Bayan Ipda Sugi Jaya menuturkan, Kamis lalu (31/12) korban bersama rekannya M Hazazi check in di loket pintu masuk pendakian Jebak Gawah, Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

Setelah check in, pukul 11.00 Wita mereka mulai melakukan pendakian. Setelah tujuh jam perjalanan, mereka akhirnya tiba di pos Cemara 5.

Keesokan harinya (1/1), pukul 10.00 Wita mereka melanjutkan perjalanan. Setengah jam kemudian, mereka tiba di Pelawangan Senaru. Setelah itu mereka memutuskan untuk langsung turun menuju Danau Segara Anak melalui jalur lama.

“Pukul 13.00 Wita, sekitar kilometer 7,5 di bawah Pelawangan Senaru, saksi (Hazazi) melihat korban terpeleset jatuh ke tebing,” beber dia, kemarin (3/1).

Baca Juga :  Pengiriman PMI ke Malaysia untuk Ladang Sawit Dibuka

Jarak pandang hanya 10 meter disebabkan kabut tipis, membuat saksi tidak dapat menyelamatkan korban. Saksi pun kemudian memutuskan kembali ke Pelawangan untuk menghubungi petugas TNGR Pos Senaru. Tak lama kemudian enam petugas pun datang melakukan pencarian.

Pada pencarian pertama di Sabtu (2/1), korban masih belum bisa ditemukan. Kemudian pencarian dilanjutkan kembali pada Minggu. Pada pukul 05.00 Wita, korban ditemukan tergeletak sudah tidak bernyawa.

“Tim TNGR, Basarnas dan polisi langsung mengevakuasi jenazah korban,” sambung dia.

Sugi melanjutkan, korban dibawa ke Puskesmas Senaru untuk pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan VER sementara dari perawat jaga Puskesmas Senaru, korban diduga mengalami sejumlah luka.

Muhammad Fuad Hasan mengalami luka robek di kening sebelah kiri, luka lebam di panggul yang menyebabkan pendarahan pada organ dalam, dan luka lecet di bagain pinggang sebelah kanan akibat terjatuh ke dalam jurang dengan kedalaman 100 meter.

Baca Juga :  Pembebasan Pajak Hotel Terdampak Korona di NTB Belum Merata

“Menurut cerita saksi dan luka di badan korban, korban meninggal dunia murni akibat kecelakaan,” beber dia.

Selanjutnya korban langsung dibawa pihak perwakilan keluarga ke RSUD Kota Mataram untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke daerah asal di Sawah Pulo Wetan 4/10, RT 010, RW 012, Desa Ujung, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Keluarga sudah ikhlas dan menganggap sebagai musibah. Mereka menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkas Sugi. (fer/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/