alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Permintaan Presiden Dicuekin, Tiket Tetap Mahal, Maskapai Minta “Service” Pemda

MATARAM-Belum ada solusi bagi harga tiket pesawat yang mahal. Surat Gubernur NTB hingga permintaan Presiden Joko Widodo belum bisa menyelesaikan persoalan dunia penerbangan saat ini. Sebagai daerah pariwisata, NTB menjadi salah satu daerah paling terpukul.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menjelaskan, kenaikan harga tiket harus dilihat secara lebih komprehensif. Harga tiket mahal karena ada upaya pemerintah meningkatkan keamanan penerbangan.

Ia mencontohkan, maskapai Lion Group selama ini beroperasi 11 jam per hari sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam, jadwal Lion Group sering telat dan mendapat protes warga. Sekarang beroperasi tujuh jam supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket tidak bisa murah lagi. Kondisi itu kini justru sekarang menjadi keluhan penumpang, harga tiket terlalu mahal.

Setelah bertemu dengan Rusdi Kirana, pemilik Lion Air Group yang juga Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Zul mengungkapkan, pihak maskapai meminta bantuan kepada pemerintah daerah. Banyak komponen biaya yang harus ditanggung maskapai saat ini. Seperti pajak, biaya parkir, hingga harga avtur yang mahal. Sehingga biaya operasional tinggi, sementara penumpang sedikit.

“Mereka ingin kita ngomong ke Angkasa Pura untuk menurunkan pajak dan biaya parkir,” katanya.

Persoalan itu bukan hanya jadi masalah di NTB, tapi seluruh daerah di Indonesia. Tidak hanya Lion Air, maskapai lain seperti Garuda Indonesia juga pernah ditemui.

Tapi sampai saat ini belum ada rencana penambahan frekuensi penerbangan karena turunnya jumlah penumpang. Di Bali harga tiket lebih murah karena penumpang banyak yang membuat frekuensi penerbangan jadi tinggi. Demikian juga Lombok, bila penumpang banyak penerbangan juga akan ditambah.

“Untung Air Asia tidak mengubah jadwal untuk membuka rute penerbangan Lombok-Australia,” katanya.

Zul berharap kondisi itu akan membaik. Sekarang penumpang sepi karena low season, tapi pada high season dan peak season nanti, pasti akan terjadi penambahan jumlah penumpang. Dengan sendirinya frekuensi penerbangan akan ditambah.

Dalam pertemuan dengan Rusdi Kirana pekan lalu di Malaysia, Rusdi  menjelaskan, untuk mengakomodir kebutuhan NTB, perlu ada subsidi atau insentif kebijakan dari pemda setempat. Misalnya pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran maskapai.

Takait itu, Gubernur Zul menyatakan, awalnya Bandara Selaparang di Mataram bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat. Itu bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai. Tapi setalah dikaji, apron atau tempat parkir pesawat di Lombok International Airport (LIA) bandara masih cukup luas untuk menampung pesawat. “Jadi masalahnya bukan di situ,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal menjelaskan, low season tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan jumlah kunjungan terjadi di seluruh Indonesia.

Penyebabnya bukan karena internal pemerintah daerah, tetapi banyak faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kunjungan. Mulai dari kenaikan harga tiket yang tidak terkontrol, penundaan penerbangan ke berbagai tujuan, hingga bagasi berbayar.

Ia mengklaim, di tengah situasi yang tidak menentu tersebut, wisata Meeting Incentive, Convention and Exhibition (MICE) jadi penyelamat. Beberapa pertemuan tingkat nasional dan acara pemerintah daerah banyak digelar di hotel-hotel. Sehingga pelaku usaha hotel kembali bergairah. Para tamu yang hadir dalam MICE bisa datang karena dibiayai instansinya, harga tiket tidak jadi persoalan.

Di sisi lain penerbangan internasional juga sampai saat ini tidak ada masalah. Maskapai Air Asia dan Slik Air sudah mulai membaik. Bahkan Air Asia akan menambah frekuensi penerbangan. “Tapi penerbangan domestik tertekan, di Bali pun sama,” ujar Faozal.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi terlalu jauh karena masalahnya sudah menasional. Sehingga harus diselesaikan dengan kebijakan dari pusat. “Kewenangan kita  untuk intervensi airline tidak ada,” katanya.

Di tingkat pusat saja persoalan tersebut belum bisa diatasi. Jangankan kementerian, presiden sudah bicara di hari ulang tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Presiden akan memanggil Dirut Pertamina terkait harga avtur dan memanggil maskapai terkait harga tiket. Hingga saat ini harga tiket masih mahal. “Tidak ada dampak bicaranya presiden,” katanya.

Maskapai Garuda Indonesia menurunkan harga 20 persen. Tapi diturunkan dari harga yang sudah naik, sehingga tetap mahal.

Upaya Pemprov menurutnya sudah maksimal. Gubernur NTB sudah bersurat ke menteri dan maskapai, tapi tetap saja belum ada solusi. Ia sendiri sudah bicara dengan Menteri Pariwisata, tapi kementerian sangat hati-hati berbicara karena menyangkut kewenangan menteri yang lain. Seperti Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks