alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Banjir Rusak Sepuluh Jembatan di NTB

MATARAM-Jembatan yang rusak akibat banjir bandang cukup banyak. ”Jumlahnya sepuluh jembatan, termasuk yang di Tampes itu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar, Selasa (3/3).

                Jembatan itu tersebar di Pulau Sumbawa dan Lombok. Baik jembatan besar maupun kecil. ”Khusus jembatan Tampes sedang dikerjakan, satu hari lagi sedang dikerjakan,” katanya.

                Perbaikan yang dilakukan saat ini sifatnya sementara. Pemerintah membuat jembatan darurat agar bisa dilalui warga. Sehingga akses jalan tersebut tidak putus sama sekali. ”Perbaikan permanen sedang kita rencanakan,” katanya.

                Perbaikan permanen kemungkinan dilakukan di APBD tahun berikutnya. Tim sedang menghitung volume pekerjaan. Mereka akan menghitung ulang panjang dan lebar jembatan. ”Yang tadinya lima meter jadi 10 meter, ini harus kita rencanakan dengan baik,” katanya.

                Terkait nilai kerugian saat ini sedang dihitung. ”Tidak sampai satu trilun,” katanya.

                Azhar menambahkan, beberapa jembatan yang rusak akibat banjir bandang sebelumnya juga rusak akibat banjir. ”Di Bima dan Dompu itu setiap tahun jalan putus,” katanya.

                Penyebabnya, tidak lain selain kerusakan hutan di bagian hulu. Karena hutan sudah gundul tidak ada yang mampu menahan air saat hujan. Akhirnya air melimpah turun dari hutan ke sungai.

Volume air yang tinggi tidak lagi mampu ditampung saluran, sehingga menghantam jalan dan jembatan yang ada. ”Banjir membawa hanyutan berupa batang-batang pohon,” katanya.

Hal itu diperparah dengan sedimentasi saluran yang kian hari kian tebal. ”Termasuk saluran irigasi dan bendungan kita juga rusak,” kata Azhar.

Dalam dua bulan terakhir, BPBD NTB mencatat, NTB dilanda 37 bencana alam. Banjir, angin kencang, dan longsor mendominasi di awal tahun 2020. ”Jiwa terdampak mencapai 4.416 orang, 12 tercatat lula-luka, yang meninggal nihil,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik.

                Bencana juga mengakibatkan 12 rumah rusak berat, delapan rusak sedang dan 30 rumah rusak ringan. Selain itu dua fasilitas pendidikan dan dua fasilitas ibadah ikut rusak.

                Sedangkan infrastruktur rusak, antara lain, enam jembatan, empat toko, kemudian 95 meter tanggul sungai dan saluran rusak, dan satu dam rusak.  ”Lahan pertanian juga terdampak, 27 hektare sawah terendam,” katanya.

                Dampak lainnya, puluhan pohon tumbang di beberapa daerah akibat angin kencang. ”Bencana-bencana inilah yang harus terus kita waspadai,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks