alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Izin Investor Dipermudah, IAP NTB Khawatir RTRW Dilabrak

MATARAM-Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja (CLK) terus menjadi perdebatan publik. Banyak pihak menolak, ada juga yang mendukung. ”Kami mendukung tapi dengan syarat perbaikan beberapa pasal,” kata Koordinator Bidang Sertifikasi dan Keanggotaan Asosiasi Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) NTB Lalu Suprasandi, pada Lombok Post, Selasa (3/3).

                Pengurus IAP NTB mendukung pemerintah yang ingin memberikan kemudahan perizinan bagi investor. ”Tapi beberapa pasal dalam RUU itu perlu disempurnakan,” katanya.

                Salah satunya, Pasal 18 ayat 1-5 terkait penetapan RTRW dan rencana detail tata ruang (RDTR). ”Ini berimplikasi menghapus kontrol gubernur terhadap izin yang diterbitkan,” katanya.

                Bagi mereka, rekomendasi gubernur sangat penting sebagai kontrol pemerintah terhadap pemanfaatan tata ruang. ”Harus tetap ada sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian,” katanya.

Pemberian izin bisa dipermudah, tetapi ada tata ruang yang harus diindahkan. ”Kami khawatir kebablasan, takutnya tata ruang ditabrak semua,” tegasnya.

                Menyikapi RUU ini, IAP NTB menggelar diskusi di kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), akhir pekan lalu. Diskusi itu menghasilkan beberapa rekomendasi perbaikan pasal RUU yang dikirim ke pemerintah.

”Kami memahami bahwa RUU CLK disusun untuk mempermudah investasi,” kata Ketua IAP NTB Arman R. Dwinanda.

IAP menyambut baik visi Indonesia yang ingin menjadi lima besar kekuatan dunia tahun 2045. ”Tapi kami harus sampaikan telaah kritis terhadap  regulasi sapujagat ini,” katanya.

Ia menekan, penetapan RTRW dan RDTR harus tetap melibatkan stakeholder di daerah. ”Sebab dampak positif negative pembangunan akan dirasakan daerah,” katanya.

Pelaksanaan tata ruang, katanya, masih bersifat berjenjang dan komplementer. ”Pemerintah pusat tidak dapat mengabaikan peran daerah dalam penyelenggaraan tata ruang,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks