alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Luas Lahan Panen Menyusut, Produksi Gabah NTB Turun

MATARAM-Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat luas panen padi di Bumi Gora mengalami penurunan. Pada 2019 diperkirakan 281,67 ribu hektare. Luas ini mengalami penurunan 7,58 ribu hektare dibandingkan 2018.

“Faktornya sejauh ini karena musim kemarau berkepanjangan pada 2019,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi BPS NTB Mohammad Junaedi, kemarin (2/3).

Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi pada 2019 relatif lebih panjang dibanding 2018. Sehingga, produksinya pun ikut terpengaruh. Padahal komoditi sangat penting bagi masyarakat di NTB. Apalagi, untuk produksi padinya, puncak produksinya di sekitar Maret-April.

Penurunan tertingginya terjadi di bulan Maret. Sementara kenaikan tertinggi Mei terjadi sejak 2018 hingga 2019. “Produksi padi di NTB pada 2019 diperkirakan 1,40 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan 0,06 juta ton. Atau setara 3,98 persen,” ujarnya.

Dia menilai, penurunan hasil produksi padi NTB diakibatkan beberapa faktor. Mulai dari kesuburan lahan, pupuk dan lainnya. Namun sejauh ini, berdasarkan pengamatan BPS, faktor paling utama yang mempengaruhi ialah kemarau kepanjangan. Bahkan produksi gabah kering menurun jika disandingkan dengan harganya juga mempengaruhi.

“Secara hukum ekonomi ini sudah pas (harganya), ketika suplai rendah maka harga akan tinggi. Dan begitu juga sebaliknya,” tutur dia.

Produksi beras di NTB pada 2019 sebanyak 0,79 juta ton atau mengalami penurunan 0,03 juta ton dibandingkan 2018. Dari sini yang menjadi perhatian serius karena beras ini merupakan komoditi yang paling strategi dan sensitif.

“Kita harus mengamati perkembangan pola distribusi antar kabupaten dan kota, untuk menjamin ketersedian stok beras,” ucapnya.

Sementara itu, produski padi menurut kabupaten kota di NTB tidak semua mengalami penurunan. Bahkan ada yang mengalami peningkatan produksi. Di antaranya Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks