alexametrics
Sabtu, 6 Juni 2020
Sabtu, 6 Juni 2020

ACT Bantu Keluarga Prasejahtera Terdampak Korona

JAKARTA-Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama TNI menggelar operasi beras gratis. Tidak kurang dari 1.000 ton beras disalurkan bagi 200 ribu keluarga prasejahtera di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

 ”Tahap awal, layanan operasi beras gratis bersama Mabes TNI akan mendistribusikan 100 ton beras ke 10 titik,” kata Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin, saat acara pelepasan bantuan, di Mabes TNI, Jakarta, Kamis (2/4).

Ia menerangkan, dalam penanggulangan wabah Covid-19, ACT tidak hanya melihat aspek kesehatan, tetapi juga aspek sosial ekonomi. ”Banyak pekerja harian terkena imbas, pendapatan mereka menurun drastis,” ungkapnya.

Minimnya aktivitas di luar ruangan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 membuat penghasilan mereka berkurang. ”Operasi beras gratis menjadi salah satu solusi agar ekonominya tidak kian terpuruk,” harap Ahyudin.

Dalam oprasi beras itu, ACT berkolaborasi dengan TNI. ”Saya yakin, bangsa ini bisa menghadapi berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana korona,” ujarnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki modal besar yaitu solidaritas sosial yang tinggi. ”Semoga, ini menjadi salah satu obat terkuat yang dimiliki bangsa ini,” harapnya.

Ia mengajak TNI dan seluruh masyarakat menggerakkan solidaritas sosial nasional. Sebab bencana tidak hanya berdampak pada dimensi kesehatan, tetapi juga dimensi perekonomian. ”Jika itu bisa kita atasi bersama, in syaa Allah tidak akan terjadi bencana sosial,” harap Ahyudin.

Bantuan beras akan didistribusikan secara bertahap oleh armada TNI dan Humanity Rice Truck ACT. Dalam pendistribusiannya, TNI dan ACT akan membagikan beras ke rumah warga demi menghindari kerumunan. Dengan demikian, jarak fisik atau physical distancing terjaga.

Operasi beras gratis merupakan turunan dari program operasi pangan gratis, yang diluncurkan ACT, 19 Maret lalu. ”Program ini telah membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat prasejahtera dan tenaga medis,” ujarnya.

Turunan program lainnya yakni operasi makan gratis. ACT menggandeng 1.000 warteg di Jadetabek memberikan makanan gratis bagi pekerja harian. ”Operasi makan gratis juga diwujudkan dengan pembagian makanan bergizi dari Humanity Food Truck,” jelasnya.

Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Supriyanto mengapresiasi kolaborasi  ACT dan TNI yang terjalin cukup lama. ”Kami sangat menghargai kerja sama dengan ACT untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menyerukan, inilah waktunya semua elemen bersatu, bersinergi, dan saling menguatkan antar komponen bangsa. ”Pendistribusian bantuan tetap memperhatikan faktor keamanan dan protokol penanganan covid-19,” imbuhnya.

Dia percaya bantuan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh  pihak yang berpartisipasi. ” Semoga wabah di seluruh dunia dapat segera berakhir,” harap Joni. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Masih Tinggi, Destinasi Wisata Mataram Belum Dibuka

MATARAM-Destinasi wisata Kota Mataram masih akan ditutup. Meski pemkot sudah mengambil langkah untuk pra new normal. ”Yang pasti belum kita buka dalam waktu dekat,”...

Japnas-Pemprov NTB Perkuat Peluang Ditengah Pandemi Covid-19 Saat New Normal

MATARAM–Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mengambil inisiatif, menjajaki peluang bangkit ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia dan dunia saat ini. Japnas menggandeng Pemprov NTB,...

Astra Motor Hadirkan Promo Hot Deals Special Juni

MATARAM- Astra Motor NTB setiap bulannya selalu memberikan penawaran paket promo yang sangat menarik khusus untuk konsumen setia Honda. Bulan Juni 2020 ini Honda...

Beban Bertambah, Selain BPJS Pekerja Harus Bayar Iuran Tapera

JAKARTA–Sistem Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan mewajibkan seluruh pekerja baik sektor pemerintah maupun swasta untuk menjadi peserta. Meski demikian, hanya masyrakat dengan penghasilan rendah...

Batal Berangkat Tahun Ini, Sebagian Besar Jamaah Tak Tarik Dana Haji

JAKARTA–Calon jamaah haji (CJH) diperkirakan lebih memilih tidak menarik uang setoran pelunasan ongkos hajinya. Sejak pembatalan haji diputuskan 2 Juni lalu, sampai kemarin (3/6)...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Jenazah Positif Korona, Warga di Kediri Lobar Tolak Pemakaman Standar Covid-19

GIRI MENANG-Sejumlah warga di Kediri, Lombok Barat  menolak mengikuti arahan pemerintah. Kaitannya dengan standar protokoler Covid-19 untuk pemakaman warga yang dinyatakan positif Korona. Seorang warga...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

RS Mulai Kewalahan, Dokter Tertular, Ruang Isolasi Pasien Korona di Lombok Penuh

MATARAM-Selain banyaknya tenaga medis tertular virus Korona, rumah sakit rujukan Covid-19 di NTB mulai over kapasitas. Jumlah pasien yang dirawat melebihi kapasitas ruang isolasi. Anggota...

152 Tenaga Medis di NTB Tertular Korona, Pelayanan Rumah Sakit Bisa Lumpuh

MATARAM-Rumah sakit bisa lumpuh. Jumlah tenaga medis terjangkit Covid-19 melonjak dua kali lipat. Pekan lalu baru 67 orang. Namun kemarin sudah mencapai 152 orang. ”Ya,...