alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Fasilitas Terbatas, RSUD Bisa Pakai Mesin Tes TBC Untuk Uji Sampel Pasien Korona

JAKARTA–Sementara itu Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan bahwa pemerintah akan menggunakan mesin TBC untuk melakukan uji spesimen Covid-19.

Dia menyatakan sekarang ini ada 305 alat di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, tidak semua alat bisa digunakan untuk pemeriksaan Covid-19 karena harus menguji sampel TBC. ”(Dengan adanya alat ini) kita bisa menaikkan (uji lab) menjadi 3500-6000 tes perhari,” ucapnya.

Metode ini seharusnya bisa dilakukan minggu depan. Namun, pemerintah terkendala catridge untuk pengetesan dengan mesin TBC. Menurut Yuri, pemerintah memesan catridge kepada Amerika. Namun belakangan, Presiden Amerika Donal Trump melarang ekspor catridge. ”Sehingga kami pesan ke Swedia yang produksi perharinya hanya 50.000 catidge. Kemungkinan dua minggu lagi baru bisa dilaksanakan tes dengan alat untuk TBC,” ujarnya.

Jika pengujian dengan alat TBC ini berhasil, maka beban pemeriksaan yang selama ini ditanggung oleh Balitbangkes saja bisa berkurang. ”Nanti dibuat penjadwalan detilnya,” ucap Yuri.

Pelatihan serupa juga tengah dijalankan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kepala Pusat Laksana Tri Handoko mengungkapkan, gelombang pertama sedang berjalan saat ini. Pelatihan khusus ini dilakukan di LIPI Cibinong dengan menggunakan enam mesin PCR. Di mana setiap kelasnya diikuti 7-10 orang. Rencananya, untuk setiap sesi dilaksanakan 1-2 minggu.

”Untuk praktek tidak bisa terlalu banyak, karena harus dalam pengawasan dan kontrol penuh,” ujarnya.

Handoko menjelaskan, meski sudah ada rapid test, uji sampel berbasis PCR ini tetap dibutuhkan. PCR masih memegang kunci penting dalam mendeteksi secara akurat seseorang suspect Covid-19 atau tidak.

Permasalahannya, tidak semua orang memiliki kompetensi untuk melakukan uji PCR tersebut. Handoko menyebut, dalam uji PCR ini bukan hanya perkara mengopersikan mesinnya saja. Tapi juga treatment sampel yang masih mengandung virus aktif sebelum masuk mesin PCR. Oleh sebab itu, harus disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.

Pihaknya pun sudah mengundang para tenaga ahli d bidang bioteknologi atau zoonosis dari peternakan maupun kedokteran hewan untuk mau bergabung dalam pelatihan tersebut. Upaya ini  juga sekaligus mengantisipasi ledakan jumlah pasien, yang pastinya akan membutuhkan kapasitas dan kemampuan yang sangat besar. ”Tentu kita berharap tidak terjadi (ledakan pasien, red). Tapi tetap harus diantisipasi,” tegasnya.

Selain SDM terlatih, LIPI juga tengah fokus membuat bahan-bahan yang digunakan dalam uji PCR. Seperti reagen untuk ekstraksi Covid-19 dan primer. Diakuinya, saat ini seluruh bahan tersebut masih impor. Namun, karena semua negara juga sedang membutuhkan maka dipandang perlu untuk segera membuat sendiri di dalam negeri.

”Ini kami pandang prioritas, agar Indonesia bisa bikin reagen dan primer untuk PCR. Sedang kami kembangkan bersama mitra dari luar negeri,” papar alumni Hiroshima University, Jepang tersebut.

Di sisi lain, LIPI juga telah menyelesaikan penelitian untuk disinfektan chamber yang aman untuk kulit dan lingkungan. Ada pula kaji cepat bahan kimia untuk disinfektan yang tersedia dari bahan-bahan rumah tangga. Seperti, bahan yang biasa digunakan untuk pembersih lantai hingga pemutih baju. Semuanya telah dipublikasi di laman resmi LIPI. Sehingga, diharapkan masyarakat dapat menggunakannya untuk pencegahan dini terhadap covid-19 secara mandiri di rumah.(JPG/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks