alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Mutasi Covid Sudah Muncul di Bali, NTB Tingkatkan Kewaspadaan

MATARAM-Mutasi virus korona (covid) yang bersumber dari Afrika Selatan pada Minggu malam (2/5) ditemukan menjangkiti salah seorang warga di Bali. Itu artinya, virus korona B1351 atau dikenal dengan varian raja sudah sangat dekat dengan NTB.

“Itu informasi terakhir yang kami terima,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, Senin (3/5).

B1351 merupakan satu dari tiga varian baru virus korona yang sekarang ini diatensi pemerintah. Varian ini memiliki beberapa mutasi virus lagi yang mampu melemahkan efek perlindungan dari vaksin. B1351 juga bisa menyebar dengan cepat.

Kondisi tersebut membuat NTB perlu meningkatkan kewaspadaan. Menjaga dengan ketat seluruh pintu masuk. Memastikan mereka yang datang ke NTB bebas dari covid.

“Khususnya PMI. Bukan kita jadikan mereka seperti terdakwa, tapi ini bentuk kewaspadaan,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan pengawasan juga dilakukan di dalam daerah. Kata Gita, momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri patut diatensi. Terjadi mobilitas yang tinggi hingga kerumunan dari masyarakat.

“Virus ini cepat penyebarannya. Apalagi kalau menyerang orang yang komorbid, dampaknya bisa parah. Itu yang kita jaga, jangan sampai kejadian di NTB,” jelas sekda.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr H Lalu Hamzi Fikri mengatakan, kecepatan virus varian B1351 dalam penularannya memang cukup mengkhawatirkan. Sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Cepat menularkan. Apalagi kalau tidak ada prokes. Banyak berkerumun tanpa menggunakan masker,” kata Fikri.

Bukti ganasnya varian B1351, kata Fikri, terdapat di India. Saat ini India memang dilanda krisis. Terjadi tsunami covid. Ditandai meledaknya kasus covid dengan jumlah ratusan ribu orang dalam beberapa hari terakhir. Begitu juga kasus kematian dengan persentase satu menit terdapat satu orang yang meninggal akibat covid di India.

“Salah satu faktor meledaknya kasus di India itu karena varian baru ini juga,” sebutnya.

Kondisi serupa bisa terjadi di Indonesia, lebih khusus lagi NTB. Apalagi kondisi di Indonesia tak jauh beda dengan India. Banyak masyarakat yang tidak disiplin menetapkan protokol kesehatan. Berpotensi memudahkan virus ini menular.

Fikri mengatakan, tahun lalu banyak orang menyepelekan virus korona. Lebih-lebih virus ini muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok yang jaraknya jauh dari Indonesia. “Tapi terjadi juga kasus di Indonesia, NTB juga kena. Karena itu, jangan lagi kita berpikir bahwa kasus ini masih jauh,” tutur Fikri. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks