alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

MATARAM-Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Ia menjelaskan, mata air yang hilang tersebut dalam arti debit airnya jauh berkurang, hanya sedikit yang keluar. Tapi sebagian lagi airnya sudah tidak ada. ”Yang hilang sama sekali ini banyak di luar kawasan hutan,” terangnya.

Kondisi itu terjadi salah satunya akibat pembalakan liar dan pembukaan hutan untuk tanaman semusim. Kondisi itu membuat sumber-sumber air berkurang. ”Kalau tutupan lahan bagus, mata air akan banyak,” jelasnya.

Dinas LHK NTB mencatat, perambahan hutan secara masif terjadi sejak reformasi 1998. Terutama tahun 1999 kasus pembalakan liar meningkat signifikan. ”Sejak reformasi terus sampai sekarang dengan program tanaman semusim tambah habis lagi,” katanya.

Dampaknya kini sangat terasa, ketika musim kemarau daerah-daerah di dekat kawasan hutan justru mengalami kekeringan. Harusnya ketika musim kemarau, persediaan sumber air masih bisa mengurangi dampak kekeringan.

Untuk menyelamatkan hutan dan mata air itu, Dinas LHK melakukan beberapa upaya, salah satunya reboisasi. Namun upaya itu tidak akan cepat menyelamatkan lahan kritis, butuh waktu panjang. ”Pekerjaan yang paling berat adalah penyadaran dan mengubah mindset masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Penataan dan Pengawasan Lingkungan, Dinas LHK NTB Ahmad Fathoni menyebut, selain illegal logging berkurangnya mata air juga disebabkan pertanian anorganik, seperti jagung dan sejenisnya. Juga karena aktivtas tambang, sampah, BAB manusia, dan limbah rumah tangga yang membuat mata air tercemar. ”Solusinya bebaskan tanahnya, pagari dan hijaukan daerah resapan,” ujarnya.

Dampak kekeringan yang dirasakan warga saat ini tidak lepas dari kerusakan huatan. Terutama di daerah Sumbawa, Dompu, dan Bima. Pembalakan liar di daerah tersebut cukup parah. Tidak heran, Dompu merupakan salah satu daerah berstatus awas bencana kekeringan di Indonesia.

Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi menyebut, hingga saat ini tujuh daerah di NTB sudah berstatus siaga darurat kekeringan. Antara lain Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Barat. ”Lombok Tengah dan Lombok Utara segera menyusul,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks