alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Gubernur Janjikan Bantuan untuk Pedagang di Pantai Ampenan

MATARAM-Aksi pengibaran bendera putih yang dilakukan pedagang Pantai Ampenan membuahkan hasil. Senin (2/8/2021), Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengunjungi mereka.

“Alhamudlillah kami dapat perhatian dan sudah didatangi langsung,” ungkap Ketua Persatuan Pedagang Eks Pelabuhan Ampenan Indari Sucipto kepada Lombok Post.

Sejumlah pedagang diberikan bantuan sembako hingga dijanjikan solusi atas persolan yang mereka hadapi. Mulai dari persoalan permodalan mereka yang sudah mulai habis karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama PPKM. Kemudian persoalan utang terhadap sejumlah bank keliling hingga koperasi juga dicarikan solusinya.

“Terkait piutang para pedagang dengan bank keliling dan koperasi kami akan upayakan mediasi. Agar dikasih keringanan dengan dampak PPKM yang dihadapi pedagang,” terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Mataram Dedi Supriadi kepada Lombok Post.

Dijelaskan, saat ini banyak pedagang yang memang terlilit utang karena meminjam uang di bank kelililing dan koperasi. Namun khusus untuk pinjaman di koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM akan berupaya menengahi agar pedagang dan pihak koperasi bisa di mediasi. Tidak lagi diburu untuk membayar utang dalam kondisi mereka yang cukup sulit selama PPKM.

“Kemudian kami tadi minta bidang UMKM mendata semua pedagang yang jumlahnya sekitar 103 orang agar mereka nanti diusulkan bisa menerima BPUM tahap ketiga di akhir Agustus,” jelas mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram tersebut.

BPUM diketahui telah digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMKM sejak tahun 2020 lalu. Tahap pertama, bantuan tersebut senilai Rp 2,4 juta. Kemudian dilanjutkan kembali tahap kedua Juni lalu senilai Rp 1,2 juta.

“Tahap ketiga kemungkinan nilainya juga Rp 1,2 juta. Itu yang nanti kami akan data pedagang di Pantai Ampenan ini untuk kemudian diusulkan menerima bantuan ini,” terangnya.

Dengam catatan para pedagang diminta memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Misalnya KTP Mataram hingga Nomor Induk Berusaha. “Ini yang mungkin selama ini tidak diketahui informasinya oleh pedagang. Makanya kami akan data dan arahkan merekan untuk diusulkan menerima bantuan. Ini yang bisa kami akomodir,” terang pria yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Kebersihan Kota Mataram itu.

Dengan perhatian yang diberikan, para pedagang mengaku merasa bersyukur. Mereka merasa aspirasi mereka dengan mengibarkan bendera putih tanda menyerah terhadap kondisi PPKM mendapat respons dari pemerintah. “Kami berterima kasih apa yang menjadi masalah yang kami hadapi bisa diperhatikan pemerintah daerah,” ucap Indari. (ton/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks