alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Jatah Vaksin Dipersulit, RSUD Mataram Protes Dikes Provinsi

MATARAM-Animo masyarakat Kota Mataram untuk mendapatkan vaksin di RSUD Kota Mataram sangat tinggi. Sayangnya, hal itu tidak sebanding dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki rumah sakit. Lantaran, jatah vaksin yang diberikan Pemerintah Provinisi NTB melalui Dinas Kesehatan sangat sedikit.

“Masyarakat nanya terus ke rumah sakit (layanan vaksin). Sementara kami belum bisa layani,” ungkap Kabid Layanan Medis RSUD Kota Mataram dr. Emirald Isfihan kepada Lombok Post, kemarin (2/8).

Pihak RSUD Kota Mataram mengaku tidak akan mempermasalahkan kalau memang stok vaksin tidak ada di Provinsi. Hanya saja, ketika ada stok vaksin, pemerintah provinsi khususnya Dikes NTB jangan diam.

Provinsi minta pemerintah daerah aktif mencari vaksin. Seharusnya Pemerintah Provinsi yang aktif mendistribusikan. “Dari hari Kamis kami sudah minta. Jumat diminta lagi mereka bilang  petugasnya sakit. Apa iya tidak ada petugas lain karena ini pelayanan publik. Kemudian Kasi Dikes Provinsi sulit dihubungi ditelepon di WhatsApp nggak dibalas. Kok begini?” tanyanya.

RSUD Kota Mataram diarahkan minta jatah vaksin ke Dinas Kesehatan Kota Mataram. Sementara Dinas Kesehatan Kota hanya diberi jatah sedikit. Akibatnya RSUD Kota Mataram hanya mendapat jatah 20 vial. Sedangkan mereka ditarget melaksanakan vaksinasi 300 orang per hari dengan statusnya sebagai rumah sakit rujukan tipe B.

“Protes kami ada semacam diskriminasi terhadap RSUD Kota Mataram. Kita tidak berbicara siapa yang lebih cepat tetapi bagaimana kita penuhi kebutuhan masyarakat. Jangan kita manfaatkan kondisi seperti ini untuk mencari nama,” sindirnya.

Dengan demikian, RSUD Kota Mataram memminta keterbukaan dan bagaimana distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Harusnya ada kesesuaian jatah vaksin yang diberikan Dikes Provinsi ke RSUD Kota Mataram dengan RSUD Provinsi NTB. Mengingat rumah sakit ini sama-sama memiliki tipe B dan menjadi rujukan dari semua daerah.

Kemduian, bagaimana pun semua faskes yang ada di Kota Mataram baik rumah sakit maupun puskesmas adalah pelaksana vaksin. Jika rumah sakit dan puskesmas ini tidak mau melakukan vaksinasi ini lantas siapa yang akan melakukan vaksin. “Harusnya disesuaikan jatah vaksin dengan minat masyarakat vaksin di sana,” pintanya.

Kemudian vaksinasi eksternal atau keliling dinilai tidak efektif lagi. Karena dulu memang faskes kesulitan mencari sasaran vaksin. “Sekarang masyarakat yang mencari vaksin itu seperti mereka mencari emas. Mereka mencari vaksin ke sana kemari sehingga lebih baik vaksin ditaruh di faskes. Kasihan nakes kalau disuruh ke sana kemari melayani vaksin. Jangan diporsir tenaga mereka,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram Irawan Aprianto juga tidak habis pikir dengan cara pembagian vaksin saat ini. Dimana vaksin dibagi ke sejumlah pihak yang menurutnya kurang pas.

“Masyarakat dipaksa untuk vaksin dengan aturan ini itu. Menunjukkan sertifikat vaksin untuk bepergian, mengambil bantuan PKH atau yang lainnya. Tetapi vaksin itu sendiri tidak tersedia. Pemerintah ini tidak siap,” sesalnya.

Pemerintah dinilai tidak siap dengan kebijakannya sendiri. Manajemen Dinas Kesehatan Provinsi dalam menyalurkan vaksin juga dipertanyakan. Misalnya ketika stok vaksin justru banyak disalurkan oleh pihak kepolisian.

“Harusnya disalurkan ke garda terdepan yakni pemerintah daerah dengan faskes seperti rumah sakit dan puskesmas. Ini kok tidak terkoordinasi dengan baik. Siapa yang pegang tugas apa,” tanyanya.

Masyarakat saat ini dikatakannya banyak yang masih takut untuk melakukan vaksinasi ke Polda NTB atau ke kantor kepolisian. Karena bersentuhan dengan aparat membuat mereka masih memiliki kesan takut. Mengingat petugas kepolisian identik dengan petugas keamanan seperti di tempat penyekatan atau yang lainnya.

“Seharusnya, diutamakan jatah vaksin ke pemerintah Kota Mataram di rumah sakit dan puskesmas yang jadi garda terdepan,” pungkasnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks