alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Ini Dia 9 Kelurahan dan Desa Sehat Terbaik di Wilayah Polres Mataram

Penilaian Lomba Kampung Sehat Tingkat di Wilayah Hukum Polresta Mataram telah tuntas. Sudah ada sembilan kelurahan dan desa yang selanjutnya menjadi nominasi juara dan akan mewakili Mataram di lomba Kamung Sehat di tingkat provinsi. Siapa yang akan terpilih?

——————————–

 

TIM Penilai membutuhkan waktu tiga hari untuk menggelar penilaian. Penilaian pun dilakukan secara maraton semenja 30 September 2020, dan telah berakhir kemarin (2/10).

“Hari terakhir kami menilai tiga desa,” kata Wakil Kepala Satuan Binmas Polresta Mataram Iptu Hayat P, kemarin.

Polresta Mataram membawahi sembilan kecamatan. Sebanyak enam kecamatan merupakan daerah yang masuk wilayah administrasi Kota Mataram. Sementara tiga kecamatan merupakan daerah yang masuk administrasi Lombok Barat.

Untuk penilaian kemarin kata Hayat, dilakukan di tiga kecamatan yang berada di wilayah Lombok Barat. Yakni Kecamatan Lingsar, Gunungsari, dan Narmada. Dari masing-masing kecamatan itu kemudian terpilih satu desa terbaik, yang kemudian dinilai oleh tim juri.

Tiga desa tersebut adalah Desa Penimbung yang mewakili Kecamatan Gunungsari, Desa Gegelang yang mewakili Kecamatan Lingsar, dan Desa Sesaot yang mewakili Kecamatan Narmada.

Hayat mengatakan, dua hari sebelumnya, tim penilei juga telah turun untuk menilai enam kelurahan terbaik di tiap kecamatan di Kota Mataram. Mulai dari Kelurahan Bintaro Jaya yang merpakan keluarahan terbaik di Kecamatan Ampenan. Kemudian Kelurahan Jempong Timur dari Kecamatan Sekarbela. Lalu Kelurahan Pagutan Timur dari Kecamatan Mataram.

Tiga kelurahan lainnya yakni Kelurahan Dasan Cermen yang mewakili Kecamatan Sandubaya, lalu Kelurahan Cakra Utara yang mewakili Kecamatan Cakrangera, dan Kelurahan Monjok Barat yang merupakan terbaik di Kecamatan Selaparang.

Hayat menegaskan, Lomba Kampung Sehat ini sendiri digelar untuk menekan curva penyebaran Covid-19. Lalu untuk menghidupkan kembali geliat ekonomi masyarakat dengan tetap mematuhi dan mengutamakan penerapan protokol kesehatan. Sehingga tidak ada mayarakat yang mengalami kesulitan.

Selain itu juga bertujuan menekan angka stunting. Juga gizi buruk. “Termasuk yang tidak kalah penting adalah meningkatkan keamanan masyarakat,” katanya.

Dalam penilaian di hari terakhir kemarin, desa terakhir yang didatangi tim penilai adalah Desa Sesaot. Rombongan tim juri tiba di desa tersebut sekitar pukul 15.30 WITA. Rombongan tim penilai langsung mendatangi Kantor Desa.

Kepala Desa Sesaot Yuni Hari Seni yang menyambut tim penilai menyampaikan bahwa desanya telah memiliki Tim Satgas Covid-19. Desa Sesaot juga sudah menerapkan protokol Covid 19. Sehingga Desa Sesaot kini masih berstatus sebagai desa zona hijau. Tidak ada kasus Covid-19.

“Kami mewakili segenap warga Desa sesaot memohon dan meminta saran dan masukan dari tim penilai untuk memutus mata rantai Covid-19 ini,” kata Yuni.

Penilaian seniri dilakukan untuk beberapa aspek. Di antaranya aspek keamanan, kelembagaan, kesehatan, sosial ekonomi, keagamaan, dan juga ekonomi. Satu persatu aspek lalu dinilai oleh tim penilai secara cermat.

Penilaian itu dihadiri antara lain Kapolsek Narmada Kompol I Nyoman Nursan, Plt Camat Narmada M. Busyaeri, para kepala desa, Kepala Puskesmas, dan para Babinsa dan Bhabinkamtibmas tiap desa. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks