alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemprov Kawal Pembangunan Bank Sampah

MATARAM-Untuk mendukung program Zero Waste, bank sampah harus hadir sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah. Sulaya tidak semuanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukaram mengatakan, pengelolaan sampah rumah tangga masih ditangani oleh pemerintah. Baik itu melalui TPS, TPS Terpadu dan TPA. “Jadi masih sebagian kecil sampah ini dikelola oleh Bank Sampah,” terangnya, kemarin (4/3).

Kata dia, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lama.Kehadiran bank sampah harus di optimalkan. Sebab ini akan mengurangi jumlah  penumpukkan sampah di tempat pembuangan.

“Nanti bisa diselesaikan oleh bank sampah, bank sampah induk dan NTB Recycle Center,” kata Madani.

Pemerintah dalam hal ini harus menjadi perintis terlebih dulu soal pengelolaan sampah. Sehingga diharapkan TPS dan TPS Terpadu perlahan akan hilang jika bank sampah mampu digerakkan.

“Kami berharap tentu gak ada lagi sampah yang masuk ke TPA, walaupun masih ada nanti teknologi pengelolaan sampah di dorong namanya NTB Recycle Center itu,” ujarnya.

Dinas LHK NTB memang baru-baru ini telah bertemu dengan asosiasi pengusaha pengelola sampah. Jika sampah di NTB bisa dikelola dengan baik, maka para pengusaha itu akan mendatangkan teknologi canggih.

Untuk mendukung berkembangnya bank sampah, maka ia mendorong agar tahun ini 995 desa sudah memiliki satu unit. “Satu desa satu bank sampah,” katanya.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah memiliki harapan besar agar ke depannya, setiap desa memiliki bank sampah. Menurutnya, tidak sulit membangun satu unit bank sampah di satu desa. Karena pemerintah pusat memberikan satu desa sebesar Rp 1,9 miliar sampai Rp 3 miliar untuk dana desa.

“Dengan modal Rp 25 juta, untuk membangun bank sampah, tidak terlalu berat bahkan itu terlalu kecil dibanding jumlah dana desa yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, sudah seharusnya kepala desa melihat betapa pentingnya sebuah desa membangun bank sampah. “Saya melihat memang sejauh ini respons positif yang ditunjukkan 10 kabupaten kota, tetapi dalam hal implementasi, ini yang akan terus kita awasi,” pungkasnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks