alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

2023 NTB Ditargetkan Bebas BAB Sembarangan

TALIWANG-Pemprov menginginkan seluruh daerah di NTB bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF). ”Kami ingin kabupaten kota se-NTB berstatus ODF,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) 2020, di Kabupaten Sumbawa Barat, kemarin (4/3).

                Rohmi mendorong kabupaten kota lebih peduli pada persoalan mendasar masyarakat. Seperti ketersediaan air bersih, sanitasi layak, dan pelayanan kesehatan. ”Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang berstatus ODF,” katanya.

Karena itu, tidak salah jika AHL 2020 digelar di KSB. Acara yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) itu mengangkat tema “Tuntaskan BASNO NTB, Hentikan Buang Air Sembarangan Menuju Pengelolaan Sanitasi Aman”.

Status tersebut diraih KSB karena memiliki infrastruktur pengolahan sanitasi aman, berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Sedangkan sembilan derah lain  di NTB masih berstatus menuju ODF.

Menurut Rohmi, percepatan program unggulan seperti revitalisasi posyandu, zero waste dan perbaikan kerusakan lingkungan diyakini sebagai kunci suksesnya ODF di NTB.”Kita memulai dari skup terkecil namun memiliki dampak besar,” katanya.

Gerakan bebas buang air besar sembarangan, kata Rohmi, bisa membebaskan NTB dari banyak persoalan kesehatan. ”Edukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan perlu terus dilakukan,” ujarnya.

Dari 7.300 posyandu di NTB, 1.300 telah menjadi posyandu keluarga. Ia optimis tahun 2023 semua posyandu di NTB bisa menjadi posyandu keluarga.

Sementara itu, Perwakilan UNICEF Robert Gas mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu Pemprov NTB menghapus perilaku buang air sembarangan. ”Kami menargetkan NTB bebas buang air besar sembarangan tuntas tahun 2023,” katanya.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI dr Kirana Pritasari mengapresiasi KSB sebagai tempat penyelenggaraan AHL 2020. ”KSB adalah tiga kabupaten di Indonesia yang telah berstatus ODF,” katanya.

Keberhasilan KSB meraih status ODF, karena komitmen luar biasa dari kepala daerah. ”Komitmen dari kepala daerah merupakan faktor kunci,” ujarnya. (ili/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks