alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Senggigi Butuh Badan Pengelola

MATARAM-Kawasan pariwisata Senggigi membutuhkan badan pengelola pariwisata tersendiri. Sehingga pengelolaan kawasan wisata lebih terarah dan terukur. ”Di sana perlu lembaga yang mengelola, tidak sekadar camat,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi.

                Pascagempa 2018, pariwisata kawasan Senggigi masih lesu sampai saat ini. Kunjungan wisatawan belum seramai sebelumnya. Para pengusaha pun mengeluhkan kondisi Senggigi yang makin ditinggal para pelancong.

                Solusi atas kondisi itu, kata Gita, sudah waktunya pengeloaan kawasan Senggigi dilakukan satu otoritas manajemen yang menjaga agar tidak sampai lesu. ”Bagaimanalah caranya supaya dia terkelola dengan baik,” katanya.

                Tentunya, lembaga itu tetap berada di bawah kendali pemerintah Kabupaten Lombok Barat. ”Kendali pemerintah libatkan (swasta) a…silahkan,” imbuhnya.

                Gita menilai, sudah ada komitmen yang kuat dari Pemkab Lobar untuk melakukan revitalisasi. Sebab pengelolaan objek wisata memang tugas kabupaten. Kesan positif dan negatif kawasan wisata ada di tangan pemkab.

                 Tugas pemprov dalam hal ini meningkatkan promosi, mengundang wisatawan datang ke NTB. Jangan mereka memperbanyak kegiatan promosi. ”Penting promosi tetapi ada tugas masing-masing,” ujarnya.

                Dalam setiap kegiatan promosi pariwisata NTB, tidak sekali pun Senggigi dilupakan pemerintah. ”Selalu dipromosikan,” katanya.

                Selain itu, pemprov membantu agar semua event-event berskala nasional dari kementerian lembaga dan OPD diadakan di Senggigi. ”Kami memperbanyak penerbangan langsung ke NTB untuk memudahkan akses wisatawan ke NTB, khususnya di Senggigi,” ujarnya.

Salah satu contohnya, acara HUT Satop PP dan Sat-Linmas ke-70, ribuan tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia menginap di Senggigi. Selain acara di Mataram, rangkaian kegiatan juga digelar di Senggigi. ”Ini bentuk kepedulian kami terhadap wisata Senggigi yang tidak seperti 10 tahun lalu,” kata Kasat Pol PP NTB H Lalu Dirjaharta. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks