alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Alhamdulillah, Pintu Masjid Dibuka Lagi, Warga Mataram Bisa Jumatan

MATARAM-Setelah pusat perbelanjaan dan toko, Pemkot Mataram membuka rumah ibadah. Yang dilakukan secara bertahap. ”Untuk meningkatkan spiritulitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid-19,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Jumat (5/6) siang sejumlah masjid di Mataram mulai dibuka untuk salat Jumat. termasuk Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram.

Pembukaan rumah ibadah diumumkan Ahyar melalui Surat Edaran Nomor 009/106/Bks-Pol/IV/2020. Tentu tidak semua rumah ibadah dibuka sekaligus. Ahyar menyebut pembukaannya dilakukan secara bertahap.

Dalam SE itu, wali kota mengatur tujuh ketentuan. Yang menjadi landasan dibukanya kembali rumah ibadah.

Kata Ahyar, rumah ibadah yang dibuka bukan saja untuk umat muslim. Tapi, berlaku bagi semua agama. Gereja, vihara, hingga pura bisa kembali melayani aktivitas peribadatan, seperti sebelum pandemi.

”Tentu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Tempat ibadah yang diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan berjamaah atau kolektif, harus berada di lokasi yang aman dari penyebaran covid. Dengan kata lain, di wilayah yang zona hijau.

Untuk tempat ibadah di level kelurahan, camat memiliki kewenangan pemberian izin. Setelah menerima usulan dari lurah. Adapun tempat ibadah di lintas kecamatan, boleh dibuka kembali apabila mendapat izin dari wali kota.

”Nanti akan kita revisi setiap bulan untuk izin yang diberikan,” ucap Ahyar.

Ahyar mengatakan, keputusan tersebut diharapkan bisa direspons pengurus tempat ibadah dengan baik. Setelah izin atau rekomendasi diberikan, pengurus harus menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Misalnya, menyiapkan petugas untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di area ibadah. Melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara berkala. Membatasi jumlah pintu keluar masuk tempat ibadah, guna memudahkan pengawasan.

Fasilitas berupa tempat cuci tangan dan hand sanitizer harus tersedia di setiap pintu masuk. Menyediakan alat pengukur suhu badan. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberi tanda, minimal satu meter. Serta melakukan pengaturan jumlah jamaah di tempat ibadah.

”Yang penting juga itu mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah, tapi tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan ibadah,” jelas Ahyar.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku sangat memahami perasaan masyarakat. “Kita semua rindu beribadah di Masjid,” kata Ahyar.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, rumah ibadah yang dibuka harus mendapat rekomendasi dari wali kota dan camat. ”Itu yang penting. Izin harus ada,” kata Suwandiasa.

Pemkot telah meminta pengurus rumah ibadah untuk menjalankan protokol pencegahan covid. Di sisi lain, Suwandiasa juga meminta masyarakat untuk proaktif. Warga yang hendak melaksanakan ibadah, tentu harus memenuhi sejumlah kriteria. Seperti yang diatur dalam SE wali kota.

Misalnya, warga harus dalam kondisi sehat. Menggunakan masker saat keluar rumah dan selama berada di areal tempat ibadah. Menjaga kebersihan. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.

”Kita imbau juga untuk anak-anak dan lansia, yang rentan tertular penyakit, untuk menunda ke tempat ibadah,” tandas Suwandiasa. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks