alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Korona Lebih Terkendali, New Normal Bisa Dimulai dari Bima dan Dompu

HINGGA kemarin, belum ada satu pun daerah di NTB yang memenuhi kriteria untuk menerapkan skenario kenormalan baru atau New Normal. Pemerintah pusat juga belum memastikkan satu pun daerah di NTB sebagai daerah yang laik menerapkan New Normal tersebut dari 102 kabupaten/kota yang telah diumumkan.

Hanya saja, jika merujuk pada progres penanganan dan pengendalian kasus penularan wabah Covid-19 di NTB, kemungkinan New Normal tersebut di NTB akan diawali dari timur. Yakni dari Kota Bima, lalu Kabupaten Bima, dan Dompu.

Hal tersebut dikemukakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang kemarin (4/6) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah NTB dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov menggelar kunjungan di Pulau Sumbawa. Kunjungan diawali dengan pertemuan di Mapolres Bima Kota, kemudian Polres Kabupaten Bima dan Polres Dompu.

Gubernur mengungkapkan, tiga kabupaten/kota di ujung timur NTB tersebut selain jumlah kasus warganya yang positif Covid-19 paling kecil di NTB, juga pemerintah daerah melalui gugus tugas bersama TNI, Polri, tenaga kesehatan dan seluruh masyarakatnya telah bekerja sama sangat baik untuk melakukan pencegahan. Sehingga korban dapat diminimalkan dan penularannnya pun tidak meluas.

Untuk Kota Bima, hingga tadi malam, masih terdapat satu warga positif, dua sembuh, dua pasien dalam pengawasan, dan dua orang dalam pemantauan. Di Kabupaten Bima, terdapat tiga warga positif, 18 sembuh, dua pasien dalam pengawasan, 4 orang dalam pemantauan. Sementara di Dompu, tidak ada lagi warga yang positif, 38 pasien telah sembuh, 9 pasien dalam pengawasan, tidak ada orang dalam pemantauan.

“Tiga daerah ini sudah harus mempersiapkan diri memasuki New Normal,” kata Gubernur.

Tentu saja tidak ujug-ujug. Melainkan kata Gubernur harus dengan cara memenuhi seluruh kreteria new normal yang telah ditetapkan pemerintah.

Dia menggarisbawahi, dilihat dari kriteria dan persyaratan new normal yang ditentukan pemerintah pusat, saat ini memang NTB belum ada daerah yang memenuhi kriteria tersebut. Tapi, jika kondisi kasus di Bima, Kota Bima, dan Dompu terus dipertahankan rendah seperti saat ini, maka tiga daerah tersebut akan menjadi yang terdepan dan paling laik memulai skenario hidup dengan tatanan baru di NTB.

Di hadapan prajurut TNI, Polri, dan Forkompinda di ketiga daerah itu, gubernur yang akrab disapa Doktor Zul, juga mengingatkan bahwa meski progres penanganan Covid sudah baik, namun ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah.

“Kita harus tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan baik dan berkelanjutan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sebab kalau lengah atau tidak disiplin, kata Gubernur, virus ini bisa menyerang. Apalagi untuk mereka yang rentan, akan mendapat efek yang berat dan sangat berbahaya seperti para orang tua, para bayi dan balita serta warga yang memiliki penyakit bawaan lain.

“Disiplin dengan menerapkan protokol pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19, kunci menuju The New Normal,” kata dia menyampaikan pesan.

Dijelaskannya, tatanan kehidupan baru tersebut pada dasarnya khasanah adab dan budaya lokal masyarakat NTB. Mengembalikan budaya hidup bersih. Seperti cuci tangan, adab bersin dan lainnya. “Kita akan kembali ke situ,” tegasnya.

Gubernur Zul juga berpesan agar sinergi dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh Forkopimda NTB dalam membangun NTB ke depan terus dipupuk juga di kabupaten/kota se-NTB.

Di tempat yang sama, Kapolda NTB Irjen Muhammad Iqbal meminta dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat untuk saling menguatkan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diemban masing-masing.

Mantan kepala Divisi Humas Polri ini juga berpesan kepada TNI/Polri agar mengutamakan penyelesaian masalah dengan pendekatan persuasif. “Yang paling mulia adalah menjalin silaturahmi dan sentuh hati masyarakat,” kata Kapolda.

Sehingga kunci untuk menyelesaian dan menekan Covid-19 kebersamaan dan kepedulian TNI/Polri dan masyarakat.

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mendukung penuh langkan Pemprov NTB untuk menerapkan new normal di Kota Bima dan Kabupaten Bima menghadapi wabah Covid.

Kepada segenap jajaran TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan di kabupaten/kota Bima dan Dompu, Danrem mengapresiasi atas kebersamaan menjaga wilayahnya dari penyebarluasan wabah Covid-19.

Apalagi, saat ini Kota Bima menjadi prioritas untuk penerapan new normal. Maka tugas bersama adalah mewujudkan hal tersebut. “Tentu dengan tetap mengikuti imbauan pemerintah dalam menghentikan laju perkembangan korona virus,” imbuhnya.

Danrem juga mengingatkan,  keberadaan TNI-Polri di tengah masyarakat sebagai saudara kandung, karena ibu kandung adalah rakyat. “Kalian saudara kandung, maka jangan sekali-kali menyakiti dan menakut-nakuti rakyat, berikan segenap kemampuan terbaik kita untuk rakyat,” katanya.

Kejati NTB Nanang Sigit Yulianto, mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang ditempuh pemda, polda, dan TNI dalam menangani pandemi Covid-19 ini.  “Pokoknya don’t worry. Kejaksaan ada di belakang Anda untuk mendukung sepenuhnya,” tegas Kejati.

Kegiatan silaturahmi Gubernur NTB, Kapolda, Danrem dan Kejati NTB diakhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada anggota TNI-Polri, Pol PP, dan tali asih kepada Warakawuri dan Linmas serta Panti Asuhan yatim piatu Manggi Maci Bima.

Bantuan tersebut berupa sembako dan APD. Disamping itu ada juga TV, bola voly, net, bola kaki, dispencer bagi anggota TNI, Polri dan Pol PP. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks