alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

RS Mulai Kewalahan, Dokter Tertular, Ruang Isolasi Pasien Korona di Lombok Penuh

MATARAM-Selain banyaknya tenaga medis tertular virus Korona, rumah sakit rujukan Covid-19 di NTB mulai over kapasitas. Jumlah pasien yang dirawat melebihi kapasitas ruang isolasi.

Anggota Satgas Covid-19 RSUD NTB dr Salim Thalib menyebut, total pasien yang telah dirawat RSUD NTB mencapai 349 orang. Yang masih dirawat saat ini 54 orang pasien. ”Ini sudah over kapasitas,” katanya, dalam keterangan pers, di Posko Gugus Tugas Covid-19 NTB, kemarin (4/6).

RSUD NTB sebenarnya hanya memiliki 37 ruang isolasi. ”Hari ini pasien yang belum bisa masuk masih di IGD (khusus Covid-19) 13 orang,” katanya.

”Kondisi ini tidak bisa berlangsung terus menerus,” tambahnya.

Situasi semakin sulit karena akhir-akhir ini banyak pasien Covid-19 datang dalam kondisi buruk. Mereka memiliki berbagai macam panyakit bawaan atau homorbit. Sebagian besar pasien meninggal karena faktor penyakit bawaan itu. ”Rumah sakit kabupaten juga sudah mulai kesulitan menangani pasien dengan homorbit,” katanya.

Di sisi lain, pasien Covid-19 dalam kondisi sedang dan ringan juga dirujuk ke RSUD NTB. Harusnya pasien tersebut tidak buru-buru dirujuk, karena membuat pasien lain tidak bisa masuk ruang isolasi. ”Justru pasien berat yang harusnya di rumah sakit rujukan tidak bisa masuk,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, tindakan pencegahan Covid-19 baru menjadi sangat penting. Warga yang sehat harus dijaga jangan sampai menjadi pasien Covid-19 baru. ”Seperti saran Bu Wagub harus disiplin, disiplin jangan sampai orang sakit,” katanya.

Ia menyarankan stigma negatif terhadap pasien Covid-19 dihilangkan. Kalau stigma itu dihilangkan, penanganan pasien Covid-19 bisa lebih ringan. Perawatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit tetapi bisa isolasi mandiri di rumahnya. ”Cukup di rumah tidak perlu ke rumah sakit,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan selaku Ketua Satgas Covid-19 RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma mengakui ruang isolasi saat ini sudah penuh. ”Sementara ini kita tidak terima pasien rujukan Covid dulu,” katanya.

Ruang IGD khusus Covid-19 saja dengan kapasitas empat orang sudah penuh. Karena itu, beberapa pasien belum bisa dimasukkan ke ruang isolasi, untuk sementara mereka dirawat di IGD sembari menunggu ada pasien keluar.

”Mereka yang tidak terlalu parah atau tanpa gejala kita rawat di RS darurat di asrama haji,” katanya.

Pihak RSUD NTB, kata Nyoman, berupaya mengoptimalkan ruangan yang ada, satu ruang isolasi diisi dua pasien. Namun tidak semua pasien bisa digabung untuk menghindari penularan.

”Pasien baru datang tidak mungkin digabung dengan pasien lama yang hampir sembuh,” katanya.

Meski situasi sulit, Nyoman mengaku tim masih bisa menyiasati. Namun bila pasien terus menerus bertambah, sementara kapasitas ruang isolasi terbatas, ditambah tenaga medis banyak terpapar virus, bukan tidak mungkin rumah sakit tidak akan mampu lagi menangani pasien Covid-19.

”Sekarang masih bisa, tapi kalau semakin banyak mungkin sebagian nanti diisolasi di rumah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengakui, rata-rata rumah sakit rujukan Covid-19 di Pulau Lombok sudah penuh. Seperti RS Bayangkara, RS Universtas Mataram, RSAD, serta RS Siloam, RS Harapan Keluarga, dan lainnya. ”Penuh semua,” katanya.

Sementara rumah sakit rujukan di pulau Sumbawa masih agak longgar. Sebab, pasien yang ditangani belum terlalu banyak. Di samping itu, jumlah penduduk di sana juga lebih sedikit dibandingkan Pulau Lombok. ”Sehingga social distancing lebih mudah diterapkan,” katanya.

Meski demikian, Eka menegaskan, tidak ada rumah sakit yang menolak pasien Covid-19. Semua pasien tetap dilayani dalam kondisi apa pun. ”Over kapasitas ya, tetapi tidak ada rumah sakit yang berhenti menerima pasien rujukan,” tegasnya.

 

Cari Kampung Khusus Isolasi

 

Ia menambahkan, Pemprov bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTB kini menyiapkan opsi lain yakni isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19.

Mereka tengah mencari satu perkampungan yang masyarakatnya terbuka dan menerima isolasi mandiri pasien Covid-19 di lingkungannya. ”Bila berhasil bisa menjadi contoh bagi yang lain,” katanya.

Isolasi mandiri, kata Eka, sebenarnya merupakan standar penanganan pasien Covid-19, khususnya bagi mereka yang kondisi ringan. Proses penyembuhan cukup dilakukan di rumah. ”Tapi ini tidak bisa kita terapkan karena situasi sosial kita, sigmatisasi masih sangat kuat,” katanya.

Dengan isolasi mandiri, ruang isolasi rumah sakit bisa dipakai untuk merawat pasien kondisi sedang dan berat.

Isolasi mandiri ini tergantung kesiapan masyarakat. Kesiapan itu antara lain, kesiapan tempat tinggal yang layak dan harus memiliki ruang khusus untuk isolasi mandiri. ”Kalau tinggal di perumahan yang sempit tidak bisa isolasi mandiri,” katanya.

Penerimaan masyarakat sekitar juga jadi pertimbangan. Meski punya rumah besar, kalau warga sekeliling tidak menerima akan susah diterapkan. ”Masyarakat belum siap menerima, ya sudah kita masukkan ke karantina terpadu,” katanya.

Di samping itu, komitmen pasien untuk tidak keluar selama masa perawatan menjadi syarat wajib. Kalau mereka tidak bisa dipercaya tidak akan dizinkan isolasi mandiri.

 

Tenaga Medis Menipis

 

Di sisi lain, semakin banyaknya tenaga medis terjangkit virus menjadi tantangan lain yang belum tertangani. Padahal mereka menjadi ujung tombak penanganan pasien Covid-19.

Ke-152 orang tenaga medis yang terjangkit itu merupakan dokter 35 orang, perawat 86 orang, dokter gizi 6 orang, farmasi 11 orang, sanitarian 2 orang, bidan 4 orang, pegawai administrasi  dan satpam 8 orang.

Eka juga membantah tenaga medis tertular karena APD bocor atau tembus. Menurutnya, mereka yang masuk ruang isolasi menggunakan APD level III yang sangat lengkap.

Tenaga medis kemungkinan banyak tertuluar pasien yang datang sebagai pasien biasa namun membawa virus tanpa ada gejala. Sebab, sebagian besar tenaga medis yang terjangkit merupakan tenaga yang tugas di ruang zona kuning, di luar ruang isolasi. Mereka tidak berhadapan langsung dengan pasien covid-19.

”Ada juga yang tertular di lingkungan rumahnya, bukan di rumah sakit,” katanya.

Kemungkinan lain, pasien tertular saat membuka APD-nya. Dalam situasi lelah setelah berbulan-bulan menangani pasien Covid-19, mungkin ada kalanya mereka melepas APD tanpa melalui tahapan yang benar. ”Ada 28 tahapan membuka APD mungkin satu dua tahapan yang kelupaan,” katanya.

Bagi Eka, saat ini bukan waktu yang tepat mendebat dari mana mereka tertular. Itu risiko pekerjaan yang diantisipasi sejak awal. ”Tidak ada orang yang mau tertular,” tegasnya.

Terkiat jumlah tenaga medis yang diistirahatkan akibat rekan sejawat mereka sudah positif terinfeksi, Eka mengaku belum menjumlahkan secara pasti. ”Kalau di dalam satu tim ada yang terjangkit mereka semua diistirahatkan,” katanya.

Terkait kondisi itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta semua pihak meningkatkan kedisiplinan untuk mencegah penularan virus lebih banyak lagi. ”Sedekah kita paling bermanfaatkan saat ini adalah dengan meningkatkan kedisiplinan,” imbuhnya.

Ia meminta kepada semua media membantu mensosialisasikan hal itu agar warga paham dengan apa yang dihadapi. ”Kondisi NTB saat ini berbeda dengan kondisi di awal, sekarang nakes kita semakin banyak terpapar,” katanya, dalam keterangan pers.

Tidak semua orang bisa membayangkan apa yang dialami para tenaga medis di rumah sakit. Mereka berjuang menyembuhkan pasien Covid-19 setiap hari. ”Dari tracing yang dilakukan, kebanyakan mereka tidak berhubungan langsung dengan pasien positif,” katanya.

Karena itu, kedisiplinan menjalankan protokol Covid-19 menjadi kunci untuk mencegah penularan virus lebih banyak lagi. (ili/r6)

 

Jumlah Tenaga Kesehatan NTB  Positif Korona

DOKTER : 35 orang

PERAWAT : 86 orang

DOKTER GIZI : 6 orang

FARMASI : 11 orang

SANITARIAN : 2 orang

BIDAN : 4 orang

PEGAWAI ADMINISTRASI  DAN SATPAM : 8 orang

 

Sumber: Pemprov NTB

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks