alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

658.759 Jiwa Terdampak Kekeringan

MATARAM-Dampak kekeringan di NTB kian meluas. Data BPBD NTB per 4 Juli, tercatat sudah 658.759 warga terdampak. Mereka tersebar di sembilan kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, pihaknya dan dinsos kabupaten dan kota saat ini sedang giat-giatnya menyuplai air. Di pemprov, yang ikut membantu menyuplay air baru Dinsos NTB

“Karena memang ada anggaran khusus yang dipakai kapan saja oleh dinsos untuk menangani kekeringan,” terangnya, saat ditemui di kantor gubernur, kemarin (4/7).

Ia menyebut, untuk menangani kekeringan, pemerintah tidak akan bekerja sendiri. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PMI yang menyediakan 20 tangki air, PDAM hingga LSM. Karenanya, sampai saat ini, pemprov melalui BPBD belum mengeluarkan SK tanggap darurat. Ini mengingat semua pihak di kabupaten dan kota masih mampu menangani bencana alam ini.

“Kalau ada wilayah yang mengeluarkan SK tanggap darurat, maka kami akan keluarkan SK tanggap darurat,” sambungnya.

Untuk membahas persoalan kekeringan, BPBD NTB akan segera menggelar rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait. Terutama membahas  percepatan analisis situasi dan kondisi di lapangan. Sehingga pemerintah bisa mengambil satu kesimpulan bersama.

“Apakah saat ini atau saat kapan kita mengeluarkan tanggap darurat walaupun saat ini belum menetapkan tanggap darurat karena kabupaten kota terdampak masih bisa menangani,” terangnya.

Sejauh ini, dalam hitungan BPDB NTB kebutuhan untuk menangani kekeringan mencapai 35 juta liter air. Sehingga dari kesimpulan itu, pihaknya bisa langsung mengajukan dana tak terduga yang bersumber dari APBD 2019. Jumlah awal yang diajukan BPBD NTB adalah Rp 3,5 miliar.

“Kami ajukan segitu dulu ke BPKAD, semuanya diperhitungkan tergantung kebutuhan,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTB Murdani menyoroti bagaimana solusi yang diterapkan pemprov maupun pemkab selalu bersifat pragmatis. Artinya, tidak jauh-jauh dari solusi praktis dan berkutat pada penyediaan anggaran, dropping air atau mengindentifikasi wilayah pemukiman warga dan lahan pertanian terdampak. Akan, tetapi harus melihat kondisi hutan di NTB.

Menanggapi hal itu, Khalik menegaskan bahwa pemprov sudah memikirkan langkah jangka panjang. Seperti mengintesifkan penghijauan kembali hutan-hutan rusak. Pembangunan embung dan waduk untuk menampung air di musim hujan di wilayah Kabupaten Bima. Serta membangun sumur bor di wilayah Lombok Selatan yang setiap tahun merupakan langganan kekeringan.

“Untuk sumur bor, Dinas PUPR dan ESDM sudah merencanakan itu,” ujarnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks