alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Alat Pendeteksi Gempa Dicuri

MATARAM-Peralatan shelter pendeteksi gempa milik BMKG di Kabupaten Dompu dicuri. Baterai dan solar cell-nya  diambil orang tidak dikenal. Karena itu, sudah setahun lebih shelter seismograf untuk wilayah Dompu dan Bima tidak pernah berfungsi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto menjelaskan, kasus pencurian itu terjadi setahun yang lalu, sebelum gempa besar melanda NTB, Agustus 2018. Mereka sudah melaporkannya ke BMKG di Jakarta. Pihaknya meminta agar dilakukan perbaikan. Tapi karena keterbatasan dana, BMKG memprioritas perbaikan shelter wilayah Sumatera dan Jawa. Baru setelah itu ditangani kasus di NTB. “NTB masuk prioritas ketiga,” katanya, saat ditemui di kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, kemarin (4/7).

Rencananya, November tahun ini BMKG akan memperbaiki shelter itu agar berfungsi lagi. Alat itu tidak rusak, tinggal dibelikan baterai dan solar cell. Alat itu harus dipakai karena tidak boleh terlalu lama menganggur. Sebagai pertanggungjawaban, Agus sudah membuatkan berita acara pencurian dan melaporkan ke polisi. Artinya, alat itu bukan tidak berfungsi karena kelalaian petugas BMKG, tapi dicuri.

Agus memastikan, tahun ini NTB akan kembali mendapatkan tiga bantuan shelter. Alat itu akan dipasang di Bayan, Kabupaten Lombok Utara; Penujak, Lombok Tengah; dan satu di Dompu. Diharapkan, pertengahan September tiga shelter sudah terbangun. Dengan demikian di NTB akan memiliki enam shelter. Saat ini sudah ada tiga shelter yakni shelter di Pemenang, Lombok Utara, Dompu dan satu unit di Sumbawa. “Untuk NTB sendiri idealnya butuh 20 shelter,” katanya.

Pemasangan tiga shelter itu merupakan bagian dari program Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina- TEWS). Jumlah shelter yang dipasang se-Indonesia mencapai 200 unit. Alat itu akan terus diperbanyak, sebab Indonesia membutuhkan ribuan shelter pendeteksi gempa.

Shelter bentuknya berupa bangunan empat kali empat, di dalamnya ditaruh alat sensor gempa. Alat itu berfungsi memonitor kejadian gempa bumi.

Dengan semakin banyak shelter, data-data kegempaan akan semakin baik. Sehingga tiga menit setelah gempa terjadi, BMKG sudah bisa mendapatkan data di mana gempa terjadi, lokasi lintang bujur dan kedalamannya.

Menurut Agus, pembangunannya perlu mendapatkan pengawalan khusus dari Dinas PUPR NTB dan diharapkan mulai bekerja bulan ini. Biaya pembangunan shelter tidak murah. Satu unit shelter, untuk bangunan gedung saja menghabiskan Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Tapi yang mahal adalah alat pendeteksi gempa atau seismometer. Harga satu alat mencapai Rp 3 miliar.

Karena itu, Agus minta kerja sama yang baik antara masyarakat, TNI, dan Polri untuk keamanan shelter. Dia tidak mau pencurian alat shelter di Dompu terjadi lagi,  sebab nilai investasinya mahal. “Yang rugi daerah sendiri,” katanya.

Belajar dari pengalaman itu, tahun depan BMKG akan membayar penjaga yang bertugas membersihkan dan menjaga shelter.

Terkait itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, pemasangan shelter gempa sangat penting, sebab NTB sangat rawan terhadap gempa dan tsunami.

Tapi setelah alat dipasang, masyarakat juga perlu diberikan edukasi. Dia meminta BMKG juga berkoordinasi saat memasang alatnya. Bila diberi tahu BPBD bisa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Berikan pemahaman ke warga supaya mereka tidak merusaknya,” ujar Khalik. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks