alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Rinjani Dibuka, Cuma Nggak Boleh Menginap Seperti Dulu

MATARAM–Jelang dibukanya Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) 7 Juli mendatang, belum membuat pelaku usaha sektor pendakian bernapas lega. Durasi wisata satu hari atau one day trip (liburan sehari) yang ditetapkan pemerintah jadi persoalan.

”Setengah bahagia, setengah kecewa.  Kami senang TNGR dibuka kembali. Tapi kecewa juga karena kebijakan one day trip, tentu tidak ada yang menyewa alat. Sehingga tetap saja tidak ada pemasukan bagi kami,” jelas Lalu Dalil Falihin, pemilik usaha peralatan untuk pendakian gunung dan sewa jasa porter, SembaluNesia Trip.

 

Dikatakan, selama ini usahanya bergantung pada wisatawan yang melakukan trekking atau pendakian. Karena durasinya yang lebih dari satu hari, tenda dan perlengkapan outdoor menjadi kebutuhan yang selalu diincar. Juga, jasa porter untuk membantu wisatawan membawa barang. ”Kalau hanya sehari, paling hanya sampai di kawasan wisata tertentu yang masih berjarak dekat. Jasa porter pun hanya digunakan segelintir wisatawan. kebutuhan outdoor seperti tenda, kompor dan yang lainnya tidak dibutuhkan,” keluhnya.

 

Menurutnya, dampak paling dirasakan oleh para tracking organizer yang baru dirintis. Belum terlalu dikenal masyarakat sehingga masih minim peminat. ”Agak sulit bersaing dengan usaha serupa yang sudah punya nama. Apalagi setelah terdampak Korona, usaha ini diam di tempat. Tidak bisa promosi dan lainnya,” katanya.

 

Meski begitu pihaknya tetap akan kembali beroperasi seperti biasa. tentu dengan perlengkapan protokol pencegahan Korona. ”Ada atau tidak ada wisatawan yang butuh jasa porter, tetap akan kami fasilitasi masker dan handsanitizer, serta beragam peralatan lainnya,” ujarnya.

 

Olina Dwi Lestari, salah satu pedagang di kawasan Sembalun mengeluhkan keterlambatan informasi yang selalu diterima para pedagang. Terutama saat akan membuka maupun menutup kawasan wisata. ”Kita sebagai rakyat kecil sangat kecewa karena tidak ada pemberitahuan. Supaya tidak rugi juga karena sudah mempersiapkan barang dagangan tapi akses jalan malah ditutup,” ujarnya saat diwawancara via telepon, kemarin (3/7).

 

Ia berharap, dengan dibukanya TNGR perlahan dapat menghidupkan kembali usaha mereka. ”Selama Korona, jalur Sembalun dan kawasan di sekitarnya ditutup. Tentu kami tidak punya penghasilan. Sekarang semoga bisa lebih baik,” imbuhnya (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks