alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Semestinya PNS dan Pejabat NTB Beri Contoh Gunakan Batik Lokal

MATARAM–Ada hari tertentu dalam sepekan kala ASN menggunakan pakaian batik sebagai seragam kantor. Sayangnya, mayoritas batik yang digunakan adalah produksi luar daerah dengan ciri yang tidak menonjolkan budaya NTB sama sekali.

Kepala SMKN 5 Mataram Istiqlal menegaskan bertekad mengambil pasar tersebut. Sekolah itu sejatinya memang menjadi salah satu sentra pembuatan Batik Sasambo.

”Kami sangat siap asalkan tetap diberikan kepercayaan seluruh pihak dan berpayung kebijakan,” katanya kepada Lombok Post, Kamis (3/7) lalu.

Kini sekolah tersebut diusung menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk memproduksi dan menyediakan seragam batik ASN.

Pihaknya akan menyiapkan seluruh kebutuhan yang diminta dinas terkait. khususnya oleh Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Mataram. Nantinya, para alumni dan siswa akan dilibatkan dengan pembagian klaster tertentu. Targetnya dapat mempercepat pemenuhan jumlah pesanan.

”Pengerjaannya disebar, namun pusatnya tetap di sekolah. Para guru dilibatkan sebagai peninjau kualitas agar baju batik yang diproduksi tidak asal-asalan dan laik jual,” katanya.

”Jika pesanannya secara massif, kami juga akan mengajak kerjasama para IKM yang menjadi pecahan dari keluarga besar SMKN 5 Mataram,” tambahnya.

Dijelaskan, SMKN 5 Mataram menyediakan tiga pilihan desain. Pertama, masing-masing dinas bebas memilih sendiri corak dan warna yang diinginkan, sesuai ciri khas atau identitasnya. Kedua, bisa memilih salah satu motif yang sudah diproduksi dari pihak sekolah. Ketiga, mengusulkan corak-corak tertentu berdasarkan etnik Sasak, Samawa, maupun Mbojo. ”Dinas tinggal memilih, dan kita siap memproduksinya,” ujarnya antusias.

Ia menambahkan, desain batik Sasambo yang telah diproduksi sekolah saat ini sudah mencapai 300 jenis. Terdiri dari aneka motif flora, fauna, lumbung, gendang beleq, peresean, dan variasi motif lainnya.

Keseluruhan diproduksi dengan teknik batik tulis dan batik cap, atau kombinasi. Proses pembuatannya satu pekan saja. Harganya pun bervariasi, mulai dari kisaran Rp 200.000 hingga Rp 400.000 bergantung pada bahan yang digunakan.

Diharapkan revisi edaran wali kota terhadap penggunaan seragam batik dapat segera terlaksana. Sehingga mampu   membangkitkan dan menghidupkan kembali semangat siswa memproduksi Batik Sasambo di kota ini. ”Siswa bisa praktik dan tentunya merasa dihargai. Batik hasil karya mereka bisa dipakai oleh instansi pemerintahan,” katanya.

Bagi alumni, hal ini menjadi peluang usaha baru. ”Saya senang, sekaligus bangga. Jadi kita tidak perlu kesusahan mencari lapangan pekerjaan di luar. Hitung-hitung sebagai pengabdian di sekolah,” ujar Rizky Handayani, salah satu alumnus angkatan 2018 Jurusan Desain dan Produksi Kria Tekstil SMKN 5 Mataram. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks