alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Sudah Kantongi Visa, 57 Ribu Jamaah Tunggu Kepastian Umrah

JAKARTA–Sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akses penyelenggaraan umrah kembali dibuka oleh pemerintah Arab Saudi. Sampai saat ini sedikitnya ada 57.102 calon jamaah sudah memegang visa umrah. Namun mereka tidak bisa berangkat karena perjalanan umrah dihentikan akibat wabah Covid-19.

Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Noer Alya Fitra menjelaskan mereka memiliki data jamaah umrah yang terdaftar resmi di sistem Kemenag. Perhitungannya merujuk kalender hijriyah, menyesuaikan dengan sistem di Arab Saudi.

Dia menjelaskan sepanjang 1441 Hijriyah, dihitung sejak September 2019, ada 588.000 jamaah yang sudah pegang visa umrah. ’’Yang berangkat umrah di tahun 1441 hijriyah dan tercatat di Siskopatuh sebanyak 530.898 orang,’’ katanya kemarin (3/7). Sehingga masih ada 57.102 jamaah yang sudah pegang visa umrah, tetapi sampai sekarang belum bisa berangkat.

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan, seperti diketahui perjalanan umrah ditutup sejak 27 Februari lalu. Sampai saat ini belum ada kepastian kapan penyelenggaraan umrah dibuka kembali. Namun hampir bisa dipastikan di tahun 1441 hijriyah ini sudah tidak ada penyelenggaraan umrah. Musim umrah baru bisa dibuka kembali tahun 1442 hijriyah atau setelah musim haji nanti. Itupun tentunya pemerintah Saudi harus memperhatikan kondisi pandemi Covid-19 di sana.

Di tengah belum adanya kejelasan penyelenggaraan umrah, saat ini para travel umrah atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mengalami kerugian. Sebab bisnis utama meraka, yakni menyelenggarakan umrah, macet sejak akhir Februari lalu.

Selain itu travel juga tidak bisa merekrut calon jamaah umrah baru. Sebab Nafit mengatakan sistem di Kemenag sampai saat ini masih ditutup. Sebagai dampaknya, banyak travel umrah yang mulai mencoba menyelenggarakan paket wisata biasa atau non umrah dan haji khusus.

Nafit mengatakan Kemenag tidak mempersoalkannya. ’’Sebab PPIU itu adalah biro perjalanan wisata (BPW, Red),’’ katanya. Sehingga di tengah ketidakjelasan penyelenggaraan haji ini, PPIU boleh menjual paket wisata biasa. Baik itu wisata dengan destinasi domestik atau mancanegara.

Ketua Umum DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Joko Asomoro mengatakan saat ini industri umrah dan haji khusus sedang berada di titik nadir. Penyebabnya adalah penghentian penyelenggaraan umrah sejak 27 Februari lalu. Kondisi diperparan dengan keputusan pemerintah Indonesia tidak menyelenggarakan haji. Sehingga travel juga tidak bisa menyelenggarakan haji khusus. Dengan kondisi ini, praktis roda ekonomi travel umrah dan haji khusus tidak jalan.

Ketua Koperasi AMPHURI Bangkit Melayani (ABM) Amaluddin Wahab mengatakan mereka sudah menyiapkan skenario supaya roda ekonomi travel kembali berjalan. Yakni dengan menawarkan paket wisata Indonesia berbasis halal.

’’Dengan tagline Indonesia Halal Tour,’’ jelasnya. Pasar yang coba ditarik selain dari dalam negeri, juga dari luar negeri.

Untuk mengawali promosi, mereka bakal menggelar kegiatan wisata darat dari Jakarta sampai Bali. Nantinya di setiap titik tertentu, mereka akan berhenti dan membuat konten video untuk diunggah di YouTube. Amal berharap seiring dengan perkembangan penanganan Covid-19 di tanah air, diharapkan iklim wisata kembali bergeliat. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks