alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Yuk Daftar, MotoGP Mandalika Cari 235 Tenaga Medis

MATARAM-Rekrutmen tenaga medis untuk MotoGP 2021 terkendala bahasa. Penguasaan bahasa Inggris tenaga medis di NTB masih kurang. ”Tadinya saya mengumumkan TOEFL 500 tapi saya ralat, pokoknya dia bisa berbahasa Inggris aktif,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai bertemu Komisi V DPRD NTB, Kamis (2/7).

Rekrutmen tenaga medis saat ini sedang berlangsung. Sesuai permintaan Kementerian Kesehatan, tenaga yang dibutuhkan 235 orang. Terdiri dari 115 orang dokter dan 120 orang perawat.

Menindaklanjuti permintaan itu, Dikes NTB telah bersurat ke dikes, RS kabupaten/kota, organisasi profesi seperti IDI dan PPNI, fakultas kedokteran Unram, dan fakultas kedokteran Unizar. Sesuai jadwal, tanggal 4 Juli syarat administratif pendaftar sudah masuk.

Kemudian tanggal 6 Juli evaluasi syarat administrasi, dan tanggal 7-9 tes wawancara. Setelah itu akan diseleksi lagi oleh Kementerian Kesehatan di pusat. ”Semoga prosesnya lancar,” katanya.

Eka mengakui, masalah penguasaan bahasa asing masih jadi kendala. Setelah membuka pendaftaran, banyak tenaga medis belum memiliki sertifikat TOEFL. Karena itu, syarat penguasaan bahasa asing dipermudah. ”Syarat pendaftaran yang penting bisa bahasa Inggris aktif dulu, nanti kita uji dia pada saat tes wawancara,” katanya.

Idealnya standar TOEFL 500 karena di event international seperti MotoGP mereka dituntut lancar berbahasa Inggris. Banyak hal teknis dilapangan yang membutuhkan komunikasi dalam bahasa asing, jangan sampai penanganan medis terkendala komunikasi. ”Selain punya kemampuan, penguasaan bahasa menjadi sangat penting,” katanya.

Sebanyak 235 tenaga medis itu nanti dibagi dua, yakni tenaga di medical center 35 orang dan medical station 200 orang. Medical center berjaga di pusat pelayanan medis, sementara medical station bertugas di masing-masing tim balap MotoGP. ”Jadi komunikasi mereka akan lebih intens,” jelasnya.

Dikes NTB telah meminta bantuan organisasi profesi menyeleksi anggota yang sesuai kriteria. Setelah itu tim tinggal melakukan seleksi untuk menilai kelayakan mereka. ”Selain pendaftaran umum, organisasi profesi juga melakukan rekrutmen internal, mereka yang tahu anggotanya yang cakap,” ujarnya.

Eka menekankan, seleksi ketat di tingkat provinsi sangat menentukan. Sebab mereka yang lulus nanti akan diseleksi lagi oleh Kementerian Kesehatan. Jika tidak memenuhi syarat, pusat akan mengirim orangnya ke sini. ”Ini menjadi pertaruhan bagi kita, jangan sampai tenaga lokal tidak lulus,” katanya.

Untuk membantu para tenaga medis, Dikes NTB menyiapkan tes prediksi TOEFL untuk mengetahui standar kemampuan bahasa asing para tenaga medis. ”Dengan siswa waktu yang ada kita mempersiapkan dia untuk lancar berbicara itu,” jelasnya.

Meski waktu sangat terbatas, mau tidak mau rekrutmen harus tetap dilakukan. ”Kalau saya tidak kerjakan rugi NTB, mau orang Jakarta kerja di sini,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD NTB Laly Budi Suryata menekankan, dalam rekrutmen tenaga medis ini, tenaga lokal harus menjadi prioritas. Jangan sampai peluang yang besar ini justru diisi tenaga dari luar daerah. ”Apalagi ini MotoGP menjadi sorotan dunia,” katanya.

H Bohari Muslim, anggota Komisi V lainnya juga menekankan pentingnya penyiapan SDM lokal untuk mengisi peluang kerja tersebut. ”Penguasaan bahasa Inggris terlalu rendah, ini menjadi masalah kita,” ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini berharap pemerintah memfasilitasi tenaga kerja untuk bisa meningkatkan kemampuan bahasa asingnya. (ili/r5)

Kriteria Calon Tenaga Medis untuk MotoGP

  • Memiliki ijazah sesuai jenis tenaga dan STR yang masih aktif
  • Mampu berbahasa Inggris, TOEFL minimal 500
  • Memiliki sertifikat kegawat daruratan minimal BTCLS atif dua tahun terakhir
  • Diutamakan yang pernah mengikuti event sport, terutama yang diselenggarakan IMI

Jumlah Tenaga Medis yang Dicari

  • Medical Center: 35 orang (15 dokter dan 20 perawat)
  • Medical Station: 200 orang (100 dokter dan 100 perawat)

*Sumber: Dikes NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks