alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Perempuan-Perempuan Kreatif dari Desa Prai Meke Lombok Tengah

Para perempuan dari Dusun Nyangget, Desa Prai Meke, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah ini adalah penyelamat ekonomi keluarga di masa pandemi. Mereka mendulang rupiah dengan menyulap sampah.

———————————————–

 

MANAKALA ekonomi terpuruk akibat pandemi Covid-19, para perempuan di Dusun Nyangget masih bisa tersenyum cerah. Pendapatan mereka tetap terjaga. Semuanya dari usaha kerajinan sampah non organik yang disulap menjadi aneka kerajinan dengan nilai tambah yang besar.

Dan semenjak Lomba Kampung Sehat yang melibatkan desa-desa di seluruh NTB, permintaan kerajinan-kerajinan itu pun tetap terjaga. Terutama kerajinan bunga yang dibuat dari sampah plastik.

Sebetulnya, hasil tangan tangan perempuan kreatif di Dusun Nyangget ini sudah dikenal luas. Setiap kali pamaren industri kecil menengah di Pulau Lombok, para perempuan di desa ini selalu tampil. Sejumlah pejabat daerah hingga menteri pun menjadikan kerajinan dari dusun ini sebagai buah tangan. Tak kecuali Ketua TP PKK Loteng Baiq Hj Irma Budiani Suhaili FT. Istri dari Bupati Loteng HM Suhaili FT itu gemar dengan bunga-bunga dari sampah hasil karya kerajinan ibu-ibu Dusun Nyangget.

“Beliau paling suka dengan bunga anggrek,” cerita Sri Hastuti, penggerak para perajin bunga dari sampah non organik Dusun Nyangget pada Lombok Post, pekan lalu.

Sri Hastuti, mereka menyulap sampah gelas minuman kemasan, botol, pipet, kardus, kaca, pecahan keramik, seng bekas, kabel bekas, ban bekas, atau sampah-sampah non organik lainnya menjadi aneka kerajinan.

Sehingga kata Hastuti, para perempuan di lingkungannya ikut membantu roda ekonomi keluarga. Bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi, bisa membangun rumah. Bahkan bisa membeli tanah dan kendaraan.

Untuk bunga anggrek saja, dijual seharga Rp 100 ribu per pot, bunga mawar Rp 75 ribu per pot, aneka jenis bunga tulip Rp 60 ribu per pot dan yang paling mahal kerajinan bunga bonsai seharga Rp 300 ribu per pot. Yang memesan dan membeli, tidak saja warga Gumi Tatas Tuhu Trasna. Tapi, kabupaten/kota lain di Pulau Lombok.

“Biasanya digunakan untuk hiasan meja di ruang tamu, lemari hias di rumah hingga kebutuhan perkantoran,” ujar Hastuti sembari memperlihatkan sederetan hasil kerajinan ibu-ibu Dusun Nyangget.

Untuk membuat bahan baku kerajinan bunga bonsai misalnya. Dibuat dari sedotan air atau pipet, kawat bekas, kardus bekas, kertas bekas, gelas mie cup, cat, pasir, dan pot dari plastik bekas. “Seluruhnya, 99 persen dari sampah,” katanya.

Itu sebabnya, dari pemanfaatan sampah-sampah tersebut, Dusun Nyangget bisa dikatakan dusun terbersih dari delapan dusun yang lain di Desa Prai Meke. Itu karena sampah tidak dibuang sia-sia. Terlebih, pada tahun 2019 lalu pemerintah desa mendirikan bank sampah. Terobosan itu, secara langsung memudahkan ibu-ibu mendapatkan bahan baku.

Itu sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga lain, guna menabung sampah di bank sampah. Hasilnya, uang.

Oh ya. Keterampilan membuat kerajinan bunga tersebut diperoleh dari desa tetangga di Desa Dakung, Praya Tengah.

“Sedangkan pengolahan sampah organik, kami buat pupuk. Kami namakan pupuk takatura,” terang Hastuti. Keterampilan yang satu itu, diperoleh dari Narmada Lombok Barat.

Hasilnya digunakan sendiri untuk lahan pertanian dan hidroponik. Sisanya, dijual. Sejak warga mengolah pupuk organik, warga tidak lagi menggunakan pupuk-pupuk kimia. Keberhasilan warga di Dusun Nyangget tersebut, membuat pemerintah desa menetapkan Dusun Nyangget ikut lomba Kampung Sehat.

Pantauan Lombok Post, tidak ada lahan kosong di tempat itu. Semua terisi dengan tanaman. Baik lahan pertanian, perkebunan hingga pekarangan rumah. Suasananya cukup asri, indah dan bersih. Untuk tanaman hidroponik, sebagian besar warga menanam cabai, tomat, dan tanaman obat-obatan.

“Kalau harga cabai naik, kami tidak terpengaruh. Karena tinggal petik saja di pekarangan,” kata perempuan kelahiran Desember 1979 tersebut sembari tersenyum.

Dia berharap, melalui lomba Kampung Sehat ini, hasil kerajinan ibu-ibu di Dusun Nyangget, semakin dikenal. Tidak saja pulau Lombok, tapi NTB bahkan Indonesia. Dengan begitu, warga Dusun Nyangget semakin sejahtera. Untuk itulah, warga Dusun Nyangget berpacu dengan waktu menata lingkungan dan mengikuti prosedur lomba.

Harapannya, Dusun Nyangget meraih juara satu lomba kampung sehat tingkat nasional, bukan tingkat provinsi. Bupati HM Suhaili FT, dalam kunjungannya ke Dusun Nyangget meminta warga tetap berdoa dan berusaha. “Apa pun potensi yang dimiliki, keluarkan saja,” katanya. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks