alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

SELONG-Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).

Aksi joget disertai musik disko itu terjadi pada 1 Agustus lalu. Kata Chandra, saat itu petugas yang berjaga berjumlah 7 orang. Sementara jumlah pengunjung 150 orang lebih.

Ia menuturkan, hal itu dimulai dengan adanya pengunjung yang menyorotkan lampu senternya ke atas langit. Kemudian diikuti oleh pengunjung lainnya. Tak lama kemudian, suara musik terdengar, dan pengunjung joget bersama. “Mendengar adanya musik, petugas yang ada di savana satu langsung bergegas naik,” jelas Chandra.

Sayangnya, dua orang petugas yang mencoba menghentikan aksi tersebut tak digubris oleh para pengunjung yang sedang asyik menikmati malam penuh musik itu. Kata Chandra, dua orang petugas tadi kembali memanggil teman-temannya. Karena jarak antara savana satu dan dua paling cepat ditempuh selama 20 sampai 30 menit, joget malam di tengah savana itu pun mau tidak mau berlangsung cukup lama.

Chandra mengakui kekurangan yang dimiliki pengelola. Mulai dari keterbatasan petugas, jaringan komunikasi, dan persiapan lainnya. Meski sebenarnya pihaknya telah mengimbau kepada para pengunjung untuk mematuhi aturan mendaki di tengah pandemi covid-19 Lotim. “Tentu kami butuh melakukan perbaikan-perbaikan,” jelasnya.

Selain menutup, pihaknya juga akan memanggil dua pengunjung yang memposting video tersebut. Kata Chandra, postingan tersebut menjadi bola liar yang direspons negatif oleh warga. Bisa jadi, setelah dipanggil, dua nama tersebut akan diblacklist oleh semua pengelola bukit di kawasan TNGR.

Ketua Pokdarwis Lotim Royal Sembahulun menegaskan, apa yang terjadi di bukit savana Propok merupakan kejadian spontan yang tidak dipersiapkan. Selain itu, sebenarnya tidak ada aturan yang melarang pendaki menyalakan musik dan berjoget di tengah bukit. “Tapi secara etika dan aturan di tengah pandemi ini, tentu hal itu sangat tidak etis. Ini yang patut kita sesali,” jelas Royal.

Terpisah, Kepala Dispar NTB H Lalu Mohammad Foazal juga menyayangkan aksi itu. “Tidak boleh terjadi lagi, kalau masih, kita tutup lagi itu Propok,” tegasnya.

Menurut Faozal, hal itu sangat berbahaya di tengah pandemi covid-19. Jika kondisi normal mungkin ada permakluman. “Di masa pandemi ini orang lagi susah semua malah lain-lain (dikerjakan) di sana,” sesalnya.

Pemprov, kata Faozal, akan bertindak tegas. Dengan gawatnya pandemi covid-19 yang sedang dihadapi pemerintah akan mengambil tindakan tegas. ”Destinasi lain kalau ada yang melanggar juga akan kita tutup. Sembalun saja bisa kita tutup, jangankan Propok,” tegasnya.

Terlebih saat ini, pemprov sudah memiliki peraturan daerah terkait pencegahan penyakit menular di NTB. Warga yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas, termasuk pengelola destinasi wisata. “Bagi ASN yang tidak pakai masker kita denda Rp 500 ribu,” katanya.

Terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady hingga kemarin belum memberikan keterangan resmi terkait tindakan atas kejadian tersebut. Namun pihaknya akan segera bersikap atas kejadian itu. “Tunggu ya,” katanya singkat. (ili/tih/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks