alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Dua Peserta Seleksi CPNS NTB Reaktif Covid-19, Tes SKB Jalan Terus

DUA peserta seleksi CPNS Pemprov NTB dinyatakan reaktif Covid-19. Meski demikian, keduanya tetap mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) hari pertama, (3/9) lalu.

”Tim medis merekomendasikan mereka tetap bisa ikut seleksi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, pada Lombok Post.

Kedua peserta yang hasil rapid test-nya reaktif itu kemudian harus menjalani ujian di ruangan terpisah dengan peserta lain. Keduanya pun masuk di sesi berbeda. Satu orang raktif masuk pada sesi II dan satu lagi peserta reaktif masuk pada sesi III. Sehingga mereka tes sendiri-sendiri di ruang komputer khusus yang disiapkan.

Nasir menjelaskan, peserta CPNS yang reaktif maupun positif Covid-19 tetap bisa ikut seleksi jika mendapatkan rekomendasi tim medis. ”Hak-hak mereka tidak akan dihilangkan,” katanya.

Kedua peserta tidak dalam kondisi sakit. Mereka sehat namun hasil tes cepatnya yang menunjukkan mereka reaktif. ”Kalau ada apa-apa (kondisi emergensi) ambulans juga sudah kami siapkan,” katanya.

Seleski CPNS tahun ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19.  Sebelum masuk ruangan tes, peserta dicek suhu tubuhnya. Mereka juga wajib mengenakan masker, face shield, hingga sarung tangan. Jumlah peserta setiap sesi dibatasi maksimal 45 orang.

”Sehari kita hanya ada tiga sesi, setiap jeda sesi ruangan disterilkan, dibersihkan lagi,” katanya.

Pelaksanaan SKB hari pertama berjalan lancar. Tidak ada peserta yang tidak masuk. Termasuk mereka yang hasil tes cepatnya reaktif. ”Semua peserta hadir,” katanya.

Sementara untuk hasil seleksi SKB, para peserta dan keluarga bisa menyaksikan melalui live streaming skor SKB di YouTube BKD NTB. Bagi peserta seleksi CPNS yang positif Covid-19 bisa mengikuti seleksi pada hari tambahan dengan catatan sudah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah datang meninjau pelaksanaan protokol kesehatan dalam proses seleksi CPNS. Ia mengecek kesiapan ruangan dan fasilitas pendukung.

”Apa yang dilaksanakan BKD sudah sesuai dengan protokol Covid-19, mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, hingga penyediaan tempat cuci tangan,” katanya.

Rohmi menekankan, penerapan protokol kesehatan bukan hanya saat masuk ruangan saja. Namun protokol kesehatan harus diterapkan selama proses seleksi. ”Walau pun peserta non reaktif, tetap di dalam ruangan, masker dan jaga jaraknya itu tidak boleh kendor,” katanya. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks