alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Rumah terbakar, Warga KLU Tak Mau Berlama-lama di Tenda Pengungsian

TANJUNG- Korban kebakaran di Dusun Dasan Lekong, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung tidak ingin berlama-lama berada di tenda pengungsian. Bagi mereka, pengalaman hidup di tenca pascagempa lalu sudah sangat menyakitkan.

Salah seorang warga Izhar mengatakan, tidak ada persoalan terkait kebutuhan logistik. Jumlahnya sudah mencukupi hingga empat hari ke depan. ”Kita (tinggal,Red) butuh tandon untuk kebutuhan warga selama di tenda pengungsian,” ujarnya, kemarin (4/10).

Izhar menjelaskan, sudah berkomunikasi dengan kepala BPBD KLU mengenai perbaikan rumah. ”Beliau merespons itu,”  aku dia.

Dusun Dasan Lekong merupakan salah satu kawasan aspirasi anggota DPRD KLU Artadi. Sang wakil rakyat berharap masyarakat tetap bersabar menerima musibah tersebut. ”Saya imbau pada seluruh masyarakat KLU untuk berhati-hati, apalagi musim kemarau dan angin kencang,” kata dia.

Disaat bersamaan dia mendorong evaluasi OPD Damkar KLU. Dikatakan, instansi tersebut cukup sulit dihubungi saat malam kejadian. Armadanya baru datang saat rumah warga sudah hancur dilahap api. Selain itu, awalnya armada pemadam hanya didatangkan satu unit.

”Akhirnya saya marah-marah telpon sekda karena itu,” tegas dia.

Ketua Komisi III DPRD KLU ini berharap Pemda KLU tak membiarkan warga lama di pengungsian. ”Kalau berbicara makanan Insya Allah banyak saya lihat sudah terkumpul,” tandas dia.

Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil Fadli menuturkan, 20 rumah dan satu masjid di RT 2 Dusun Dasan Lekong habis terbakar. Ada 101 KK atau 270 jiwa yang di dalamnya. Dirincikan lebih lanjut, terdapat 15 lansia, 45 bayi, dan 35 anak-anak.

”Dugaan sementara dikarenakan adanya konsleting listrik,” ujar dia.

”Warga masih mengungsi di tiga titik, masih di sekitar lokasi,” kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, terpisah.

Dijelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. ”Pak gubernur sudah turun menyerahkan bantuan kepada warga,” katanya.

Bantuan tersebut sfatnya darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti kebutuhan alat rumah tangga, makanan, dan tenda pengungsian. ”Saya juga sudah berkoordinasi dengan kalak BPBD. Kita akan drop air bersih, untuk beras selama kebutuhan masyarakat kita sudah tangani,” katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB I Gusti Bagus Sugihartha menambahkan, bantuan yang diberikan BPBD disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. ”Paling penting untuk sementara bantuan tenda,” katanya.

BPBD saat ini tengah mendata rumah-rumah yang terbakar, ia belum berani memastikan semua rumah itu bantuan rumah tahan gempa (RTG) atau tidak. ”Kita sedang inventarisir dulu mana yang RTG dan tidak,” katanya.

Yang jelas, yang rumahnya terbakar akan dibantu perbaikan. ”Kita akan lihat kewenangan siapa nanti di sana, apakah kabupaten,  provinsi, BPBD atau Perkim,” katanya.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah pagi kemarin juga turun menyambangi korban. Bantuan yang disalurkan berupa 80 paket sembako, empat paket peralatan dapur keluarga, 18 paket kebutuhan lansia, dan delapan paket kebutuhan anak. ”Untuk bantuan sudah dimuat, sejauh ini masih tertangani dengan baik,” katanya.

Dengan peristiwa itu, Ia mengingatkan warga untuk tetap berhati-hati pada musim kemarau. ”Gampang sekali terjadi bencana di musim ini,” pesannya.

Bagi warga yang kehilangan rumah, pemprov akan terus berkoordinasi dengan Pemda KLU melalui dinas sosial dan BPBD agar segera dilakukan perbaikan. ”Untuk rumah, kita koordinasikan, karena kayu mudah terbakar jadi alternatifnya adalah seperti rumah tahan gempa itu,” katanya. (fer/ili/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks