alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Suspect Corona, Dua Jemaah Umrah Masih Diisolasi di RSUD NTB

Total Empat Orang Masih Diisolasi di RSUD

MATARAM-Empat orang suspect virus Korona masih dirawat di ruang isolasi RSUD NTB. Kondisi mereka mulai membaik.

”Dilihat dari gejala (penyakit) tidak masuk dalam kriteria Korona karena tidak ada sesak,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD NTB dr Nyoman Wijaya Kusuma, Rabu  (4/3).

Pantauan Lombok Post, pihak rumah sakit untuk sementara tidak memberikan akses bagi media mendekat ke ruang isolasi. Namun petugas medis berpakaian lengkap keluar masuk ruangan yang ada di lantai dua ruang perawatan.

Keempat warga yang diisolasi itu adalah TR, 50 tahun dan AR, 49 tahun. Keduanya merupakan jamaah umrah asal Lombok Tengah. Kemudian GB, 10 tahun asal Kota Mataram dan NF, 35 tahun warga negara India.

”Kondisi keempat pasien ini bagus, tapi untuk langkah antisipasi tetap kita lakukan pengawasan di ruang isolasi,” katanya.

Hasil pemeriksaan pagi kemarin, suhu tubuh pasien sudah turun. Sehingga kemungkinan besar mereka tidak terkena virus Korona. ”Tapi kami harus tetap menunggu hasil uji laboratorim,” katanya.

Sampel-sampel keempat pasien sudah dikirim ke Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. ”Dalam dua tiga hari baru kita tahu hasilnya,” ujar Nyoman.

Ia menjelaskan, pasien berinisial TR, 50 tahun tiba di Lombok 3 Maret, siang, usai melaksanakan ibadah umrah. Saat tiba di bandara dia diketahui mengalami batuk, pilek, dengan suhu tubuh 39 derajat Celcius. Hanya saja tidak sesak napas. ”Dia langsung dibawa ke sini,” katanya.

Pagi kemarin, panasnya sudah mulai turun menjadi 36,4 derajat Celcius. ”Batuk pileknya mulai mereda. Agak berkurang,” kata Nyoman.

Pada hari yang sama, AR, 49 tahun, tiba di Lombok, pukul 21:50 Wita. Karena mengalami demam 39,4 derajat Celcius, batuk, dan flu, dia juga dibawa ke RSUD NTB. Kemarin, panas tubuhnya masih 38 derajat Celcius. Batuk dan pileknya juga masih. ”Pagi ini baru kita ambil sampel swab (apusan) tenggorokan dan hidung,” jelasnya.

Sementara GB, 10 tahun, dirawat di ruang isolasi karena panas tinggi. Dia baru pulang dari Bangkok, Thailand. Karena batuk, pilek, dan panas 39 derajat Celcius, orang tuanya membawa ke ruang IGD. Dari ruang IGD dia kemudian dimasukkan ke ruang isolasi. ”Sekarang suhu tubuhnya turun menjadi 36,9 derajat,” kata Nyoman.

Demikian juga dengan NF, 35 tahun, warga India yang juga dirawat di ruang isolasi. Suhu tubuhnya sudah normal menjadi 36 derajat Celcius. ”Kondisinya sudah membaik tapi masih menunggu uji laboratorium,” katanya.

Selama hasil uji laboratorium tersebut belum diterima, empat pasien ini masih akan tetap dirawat di ruang isolasi.

Nyoman menegaskan, keempat orang ini sifatnya masih pengawasan. Kriteria virus Korona belum masuk. ”Cuma tidak mungkin dirawat di tempat lain. Sesuai prosedur masuk ke ruang isolasi,” katanya.

Dengan membaikknya kondisi pasien yang diduga Korona, dia berharap masyarakat tidak panik. Termasuk isu-isu yang menyebut bahwa ada pasien positif Korona. ”Mereka dimasukkan ke ruang isolasi sebagai langkah antisipasi,  belum tentu Korona,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi mengimbau masyarakat tidak percaya dengan isu yang menyebut ada warga positif Korona. ”Waspada dengan isu-isu hoax,” katanya.

Sesuai SOP, yang boleh menyatakan positif virus Korona dan tidak adalah laboratorium di Jakarta. Meski demikian, petugas medis sebenarnya punya kemampuan melakukan deteksi dini. ”Dari sana sudah menyakinkan, cuma tetap harus tetap uji lab,” katanya.

Pemerintah saat ini sudah meningkatkan kewaspadaan untuk menangkal virus Korona. ”Semua pintu keluar masuk NTB mendapat pengawasan secara ketat,” jelasnya.

Petugas di delapan pelabuhan dan tiga bandara di NTB mendapat pengawasan ketat. ”Di sana sudah ada petugs KKP dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan NTB, kata Gede, sudah memanggil beberapa pihak untuk menyiapkan langkah taktis pencegahan Korona. ”Yang paling penting kita akan memperkuat sosialisasi dan edukasi ke masyarakat,” katanya.

Selain tidak panik, langkah-langkah pencegahan harus dilakukan dengan menerapkan pola yang dianjurkan dinas kesehatan. Mulai dengan membiasakan rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat berkunjung ke rumah sakit, dan menjaga pola interaksi dengan orang lain. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks