alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Partisipasi Luar Biasa Warga di Tengah Pandemi Korona

Beragam kreasi warga lahir di tengah pandemi covid-19. Ada yang membuat masker, hand sanitizer, bilik antiseptik, hingga mengembangkan sistem informasi. Inilah bentuk partisipasi warga menghalau virus korona.  

——–

Pemuda Lingkungan Gomong Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram resah dengan semakin banyaknya warga terjangkit virus korona. Para pemuda berinisiatif membuat sistem barcode untuk memantau pergerakan warga di lingkungannya. ”Masyarakat asli maupun pendatang tinggal scan barcode, nanti ada form pertanyaan yang harus dijawab,” kata Dedy Aryo, tokoh pemuda setempat.

Ada beberapa pertanyaan dalam form tersebut, salah satunya tentang aktivitas perjalanan yang dilakukan warga dalam 14 hari terakhir. Bila pernah melakukan perjalanan ke daerah terdampak, tim protokol disaster covid-19 berkoordinasi dengan pihak lingkungan, kelurahan serta puskesmas untuk menangani. ”Kemarin ada warga datang dari Jogjakarta, dia karantina mandiri dan langsung kami semprot disinfektan,” tutur Dedy.

Semua itu dilakukan pemuda setempat karena ingin menjaga wilayahnya dari virus mematikan itu. ”Sistem pendataan online ini untuk memudahkan warga mengisi datanya,” katanya.

Formulir tersebut, kata Dedy, merupakan hasil kreasi Lalu Irvan Tjahyadi, salah seorang warga Lingkungan Gomong Sakura. Januar Kurniawan, pemuda lainnya menambahkan, mereka terus mensosialisasikan kegiatan itu ke masyarakat. ”Termasuk membuat satu pintu keluar masuk wilayah Gomong Sakura,” jelasnya.

Setelah beberapa hari dijalankan, respons warga cukup positif. Sudah banyak warga yang mengisi data secara online. ”Cara ini memudahkan pemantauan mobilitas warga,” kata pemuda yang akrab disapa Wawan ini.

Mereka juga berencana membangun basis data yang akan digunakan pengurus lingkungan memantau wilayahnya. ”Cara ini cukup efektif,” katanya.

Setali tiga uang, warga Perumahan Grand Kodya, Lingkungan Citra Warga, Kelurahan Jempong Baru juga berupaya menjaga lingkungannya dari virus korona. Selain mendata warga yang pernah keluar daerah, mereka juga gotong royong membuat bilik antiseptik. ”Kami juga menyiapkan beberapa tempat cuci tangan di Grand Kodya,” kata Kepala Lingkungan Citra Warga Salamuddin.

Bilik antiseptik itu dipasang di pintu gerbang perumahan. ”Setiap warga yang masuk wajib melewati bilik dan disemprot antiseptik,” jelasnya.

Bagi pengguna sepeda motor dan pejalan kali, mereka langsung masuk bilik dan “mandi” cairan antisepktik. Sementara tukang sayur dan warga yang menggunakan mobil, mereka diminta turun dan masuk ke dalam bilik berukuran 2×2,5 meter  itu. ”Kami berharap cara itu bisa mencegah penyebaran virus korona yang berpotensi datang dari luar,” katanya.

Dia menjelaskan, bilik antiseptik dibuat secara swadaya. Warga patungan membuat bilik dengan mesin sederhana. ”Satu bilik menghabiskan sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta,” katanya.

                Efektif tidaknya, kata Salam, yang penting warga sudah berupaya mengantisipasi masuknya virus tersebut. ”Kami berharap tidak ada warga yang terkena,” ujarnya.

                Sementara itu, sebagian warga berinisiatif membuat alat pelindung diri yang mudah dipakai masyarakat umum.  Seperti Sumiati, warga Lingkungan Kopajali, Jempong Baru yang membuat masker kain. ”Awalnya saya hanya ingin membuat sendiri untuk keluarga,” tuturnya.

Kala itu, masker mulai langka. Kebetulan di rumahnya ada mesin jahit dan beberapa potong kain. ”Setelah saya memasang status di Facebook, banyak sekali orang memesan,” tuturnya.

Karena itu, dia membuatkan teman-temannya masker. Sehari awalnya hanya 30-50 lembar masker. ”Tapi tetangga banyak yang menelpon, termasuk dari partai politik, pesan juga,” katanya.

Kini dia membuat 100 sampai 140 lembar masker per hari. Bahkan ada yang memesan sampai 500 lembar. ”Kalau dihitung-hitung untungnya hanya sedikit,” katanya.

Menurutnya, membuat masker tidak murni untuk bisnis. ”Lebih untuk mengisi waktu luang dan amal, karena di rumah terus tidak ada kerjaan,” katanya.

Kadang, beberapa orang pedagang sayur dan ikan langganannya, datang meminta masker dan dia berikan. ”Meski kadang cukup lelah tapi daripada nganggur di rumah,” kata ibu rumah tangga ini.

Selain itu ada juga warga yang mendadak menjadi pembuat hand sanitizer. “Ini bentuk bertahan diri yang efektif,” kata Puji Rabiatussa’adah, salah satu warga Kompleks Perumahan Angkatan Udara Rembiga, Kota Mataram, kemarin (5/4).

Agar terhindar dari covid-19, Puji beserta komunitasnya membuat hand sanitizer hingga masker kain secara mandiri. Ini dilakukannya, untuk membantu warga sekitar yang kesulitan mendapatkan APD.

“Kalau cari masker medis, harganya mahal banget, carinya pun susah banget, ” tutur perempuan 28 tahun tersebut.

Tak hanya membuat masker dari bahan kain, dia juga meracik hand sanitizer dengan bahan-bahan alami. “Sebenarnya mudah saja untuk membuat hand sanitizer, cukup gunakan sirih, air, atau bisa juga gunakan lidah buaya (aloe vera), alkohol 70 persen, dan bahan-bahan alami lainnya,” tuturnya. (ili/tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks