alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Japnas-Pemprov NTB Perkuat Peluang Ditengah Pandemi Covid-19 Saat New Normal

MATARAM–Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) mengambil inisiatif, menjajaki peluang bangkit ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia dan dunia saat ini. Japnas menggandeng Pemprov NTB, mencari jalan keluar dari kemelut ekonomi karena virus korona.

Japnas Provinsi NTB menggelar webinar (seminar daring/online) Jumat sore, 5 Juni 2020. Mengambil tema “Menyambut Normal Baru Ekonomi Nusa Tenggara barat”. menghadirkan peserta dari Japnas di Indonesia dan stakeholders. Menghadirkan narasumber, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariyadi, M. Si. Ketua Umum Japnas, Bayu P. Djokosoetono diwakili, Wakil Ketua Umum Japnas, Iben Rifa. Ketua Pengurus Wilayah Japnas NTB, I Made Agus Ariana. Di moderator Ketua Harian Japnas NTB, Chika (Ika Rizky Veryani).

Ikut berpartisipasi, Ketum Japnas Jawa Timur, Supriadi. Ketum Japnas Banten, Adi. Dan Ketum Japnas Papua, Mario. Pengurus Japnas lainnya juga ikut serta. Peserta webinar cukup antusias mengikuti kegiatan ini.

Ketua Harian Japnas Pusat, Widianto Saputro diawal sambutan memberikan apresiasi atas inisiatif Japnas NTB menggelar webinar. Dari kegiatan ini, seluruh pengusaha ingin mendapatkan informasi ter update mengenai persiapan NTB menyongsong kenormalan baru. Dan membangkitkan kembali gerak ekonomi ditengah pandemi.

Wakil Ketua Umum Japnas Bidang Pembangunan Industri dan ESDM Iben Rifa juga memaparkan semua tanpa kecuali, swasta maupun pemerintah merasakan dahsyatnya dampak wabah Covid-19. Sebagai warga negara, Japnas menyerukan saatnya terpanggil untuk bersatu, eksekutif, legislative dan swasta mencarikan solusi konkrit, tidak menunggu waktu.

“Karena semakin lama, maka dampaknya akan semakin parah. Covid-19 menjadikan ekonomi tak bergerak, apalagi tumbuh. Inilah tantangan kita terutama Japnas, menyatukan kekuatan kita bersama dan simpul-simpul yang ada untuk menemukan potensi melewatai fase sulit ini,” katanya.

Pengusaha menurutnya orang – orang yang selalu berfikir optimis. Harapannya, dalam waktu dekat fase sulit ini akan berlalu.

Di kesempatan ini, Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariyadi, M. Si juga memberikan apresiasi kepada Japnas , telah menginisiasi terbangunnya komunikasi dua arah. Antara pemerintah daerah NTB dengan para pengusaha.

Ia memaparkan banyak hal tentang cara pemerintah Provinsi NTB melawan Covid-19 dan kebijakan stimulus ekonomi, serta peluang melaksanakan kenormalan baru. Hingga 4 Juni 2020, jumlah positif Covid – 19 di NTB mencapai 757 orang, sembuh 323 orang, dalam perawatan 413 dan 21 diantaranya meninggal.

Kenaikan angka Covid-19 terutama dipengaruhi longgarnya aktifitas ekonomi jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020. Padahal sebelumnya melandai. Kelompok yang terpapar paling tinggi juga didominasi usia produktif 30- 34 tahun.

Kontradiktif yang terjadi di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. tiga kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima menuju trend hijau Covid-19. Sehingga tiga kabupaten/kota inilah yang paling siap memberlakukan kenormalan baru.

Sementara di Pulau Lombok, Pemprov NTB belum dapat memastikan kasus Covid-19 melandai. Sebelumnya, kluster Gowa mendominasi penularan corona, berubah pengaruhnya oleh transmisi lokal.

“Sehingga berbicara new normal, masih kita lakukan evaluasi untuk Pulau Lombok,” katanya.

Meski demikian, fakta lapangan, pusat-pusat ekonomi telah diizinkan buka oleh pemerintah daerah. demikian juga tempat-tempat ibadah. Karena Covid-19 ini, sektor yang paling terpukul adalah pariwisata yang menjadi sektor andalan NTB. Apalagi NTB dengan ditopang sektor ini masih dalam tahap recovery pascagempa 2018 lalu. Ditambah wabah corona, Sekda mengatakan hingga 2021 relatif penuh cobaan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan jajaran dengan misi NTB Gemilangnya membuat sekenario menghadapi persoalan ini. ditengah pemangkasan dan keterbatasan anggaran.

Fokus saat ini bagaimana tersedianya Alat Pelindung Diri (APD) dan menyediakan insentif bagi tenaga medis. Menyediakan obat-obatan, dan ruang perawatan, dan fasilitas kedaruratan. Sementara stimulus ekonomi, Pemprov NTB menggelontorkan paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada masyarakat terdampak. Paket sembako dan pendukungnya, dibijaksanai harus menggunakan produk-produk lokal, agar produk UMKM terserap dan anggaran pemerintah dibelanjakan didaerah.

Dengan begini, UMKM sebagai penyedia produk bisa terbantu bergerak. Kedepan, pemerintahd aerah mendorong belanja-belanja pemerintah berputar di daerah. BUMDnya, PT. Gerbang NTB Emas (GNE) membangun jejaring dengan BUMDes akan menyediakan seluruh kebutuhan masyarakat. perioritas adalah menyerap produk-produk lokal untuk didistribusikan. Dengan demikian diharapkan ekonomi di daerah ini secara otomatis akan terdongkrak.

Daerah juga menggerakkan Bank NTB Syariah, memberikan keringanan kredit kepada masyarakat. Seelain itu, NTB juga tengah mempersiapkan diri menggairahkan sektor pariwisata dengan sekenario wisatawan bebas Covid-19. NTB juga tetap mendorong persiapan pelaksanaan MotoGP2021 mendatang di KEK Mandalika.

Webinar ini, dimoderatori Chika berjalan dinamis. Komunikasi dua arah terbangun dengan baik. Beberapa pertanyaan disampaikan. Diantaranya dari Japnas dari Japnas Jawa Timur yang memaparkan tentang kemiripan karakteristik Jawa Timur dan NTB. pertanyaannya, apa peluang yang bisa dikawinkan dua provinsi ini. selain apa yang Japnas bisa lakukan untuk NTB.

Dari Japnas Banten, juga mengusulkan program padat karya untuk menggairahkan ekonomi kembali bangkit. Sementara Japnas Papua meminta kejelasan program Pemda NTB yang paling dirasakan tepat sasaran saat ini.

L. Gita Ariyadi kemudian menawarkan NTB dan Jawa Timur tetap menyelenggaran misi dagang, mempertemukan pengusaha penyedia komoditi dan pengusaha pembeli. demikian juga dengan tawaran padat karya, untuk sektor konstruksi kata Sekda sangat memungkinkan.

Di kesempatan ini, Sekda NTB juga menawarkan NTB sebagai tuan rumah kegiatan – kegiatan nasional yang dilakukan Japnas, pada saatnya dimungkinkan. Mewakili Pemprov NTB, ia juga meminta Japnas seluruh Indonesia turut mempersiapkan suksesnya MotoGP 2021 mendatang di KEK Mandalika.

NTB juga tengah mengupayakan insentif bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata. diantaranya mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota menghapus pajak-pajak usaha. Kemudahan akses transportasi udara dan laut. Serta mempersiapkan pulihnya Gili Trawangan yang menjadi ikon pariwisata NTB.

“Kita haus bergandenngan tangan, apa yang bisa kit alakukan, kami terbuka dan kita memahami tingkat kesulitan masing-masing,” demikian Sekda.

Ketua Japnas Provinsi NTB, I Made Agus Ariana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh partisipan dalam webinar ini. Ia juga menyampaikan komitmen Japnas untuk tetap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk sama-sama mengupayakan keluar dari kesulitan ekonomi yang membelit saat ini.

“Apa yang bisa kita lakukan, mohon arahan pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi NTB,” katanya.(nur)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks