alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari NTB. Namun, pemerintah daerah di NTB rupanya tak ketinggalan.

Maka, jadilah, di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat di Bumi Gora, bahkan di tengah angka kematian yang melonjak, transisi menuju New Normal itu mulai diterapkan. Antara lain dengan membuka pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum, hingga rumah ibadah.

Kemarin, Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center (IC) NTB dibuka kembali dengan menerapkan protokol Covid-19. Itu menandakan, warga kini bisa membuka kembali masjid untuk salat jumat.

”Tapi harus ditiru secara utuh ya, Salat Jumat harus dengan protokol Covid-19, jangan setengah-setengah,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, usai salat jumat, di IC NTB, kemarin (5/6).

Berbeda dari biasanya, jamaah yang masuk ke masjid IC NTB kini diperiksa suhu tubuhnya dengan thermo gun, wajib cuci tangan atau pakai hand sanitizer. Selain itu, wajib memakai masker, membawa sajadah sendiri, sandal pun dibungkus plastik lalu dibawa ke atas masjid, dan shaf salat pun harus berjarak.

Pantauan Lombok Post, warga cukup antusias dengan pembukaan masjid termegah dan terbesar di NTB ini. Meski tidak seramai biasanya, namun lantai utama masjid tetap penuh. Gubernur NTB periode 2008-2018, TGB HM Zainul Majdi menjadi khatib.

Sekda Gita menjelaskan, keharusan Salat Jumat menggunakan protokol Covid-19 sesuai Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

”Kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19 di masa pandemi ini sangat penting untuk memutus rantai penyebaran  virus,” tegasnya.

Masjid kembali dibuka setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Seiring berjalannya waktu terjadi perubahan-perubahan kondisi sehingga harus disesuaikan.

Di awal-awal, kata Gita, tagline bersama berperang melawan Covid-19. Sekarang banyak pesan-pesan untuk berdamai dengan covid. ”Nasional dan dunia menyebutkan sebagai new normal,” katanya.

Apakah itu tanda NTB akan menerapkan new normal? Sekda Gita tidak menjawab tegas. Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini merupakan persiapan menyambut tatanan hidup normal baru. ”Kita mulai belajar bertahap, evaluasi terus, kita menuju itu (new normal),” katanya.

Sementara itu, TGB HM Zainul Majdi mengatakan, masyarakat tentu ingin beribadah seperti biasa di masjid, tapi warga harus bersabar mengikuti aturan-aturan dalam protokol Covid-19 demi keselamatan bersama.

”Ini adalah masa-masa ujian kesabaran untuk kita. Kesabaran mengikuti protokol kesehatan,” katanya.

Mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 merupakan ibadah mulia. Sebab, dengan mengikuti protokol itu, warga melaksanakan kaidah inti agama. ”Jangan menjadi mudarat bagi diri sendiri dan jangan menjadi perantara kemudaratan yang bisa menimpa orang lain,” katanya.

Melaksanakan protokol kesehatan dalam ibadah bukan hanya sekadar mengikuti ajuran pemerintah. Tapi memang menjadi perintah agama yang harus ditaati umat muslim.

”Dalam fatwa Al-Azhar disebutkan, mengabaikan protokol kesehatan itu maksiat,” tegasnya.

 

Belum Layak

 

Di sisi lain, dengan masih banyaknya penambahan pasien Covid-19, NTB sampai saat ini belum layak menerapkan new normal.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, untuk menjadi daerah new normal, kasus sampel positif atau positif rate harus turun hingga 5 persen. ”NTB dengan 5.974 sampel positif rate-nya 13 persen,” katanya.

Demikian juga daerah lain, tidak ada yang menyentuh angka 5 persen. Maksimal hanya 10 persen di Kabupaten Bima, Dompu, dan Lombok Tengah. Positif rate tertinggi yakni Sumbawa Barat dan Kota Bima hingga 27 persen.

Dari hasil survei terhadap semua kabupaten di pulau Sumbawa, belum ada yang layak new normal. Penurunan kasus 50 persen selama tiga minggu hanya terjadi di Dompu dan Kabupaten Bima. Tapi kriteria lainnya belum dipenuhi, seperti positif rate Covid-19, penurunan angka kematian, dan penurunan jumlah yang dirawat di rumah sakit.

”Kalau Lombok tidak perlu disurvei, sudah jelas merah semua. Tidak layak,” katanya.

Hingga kemarin, jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 798 orang. Terdapat penambahan 41 kasus positif baru, 12 orang sembuh, dan satu meninggal dunia. Dengan demikian, total pasien sembuh 335 orang, meninggal bertambah menjadi 22 orang, dan 441 orang masih dirawat.

 

Layanan Publik

 

Sementara itu, dari Jakarta, jelang new normal, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengingatkan agar seluruh instansi pemerintah dapat menerapkan sistem kerja baru. Mulai dari pengaturan jadwal kerja di kantor hingga mengatur jarak meja kerja.

Tjahjo menuturkan, bagi daerah baik provinsi, kota, atau kabupaten yang telah selesai melaksanakan masa PSBBnya maka secara bertahap aparatur sipil negara (ASN) khususnya yang berada di bawah kementerian/lembaga dan pemda harus mulai kerja baru. Layanan masyarakat di berbagai sector harus segera ditingkatkan.

Lalu, apakah dengan new normal ini seluruh ASN langsung kerja di kantor? Menurutnya tidak juga. Karena prinsipnya, fungsi-fungsi layanan public harus aktif. Sistem pembagian tugas berjadwal atau sistem shift juga dapat dilakukan terutama untuk melindungi pegawai dari penularan Covid-19. Misalnya, kepada pegawai yang berusia diatas 50 tahun, atau yang rentan tertular penyakit, agar diizinkan bekerja dari rumah. Semuanya diserahkan ke masing-masing pimpinan kementerian/lembaga dan pemda.

” Yang penting semuanya dengan sistem baru, pakai masker, jaga jarak meja kerja, dan mengikuti arahan gugus tugas,” ujarnya kemarin (4/6)

Selain itu, meski sebagian telah masuk kantor, Tjahjo menghimbau agar setiap acara yang bersifat seremonial atau rapat dapat dibatasi jumlah pesertanya. Protocol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 harus tetap dipatuhi.

Pada intinya, lanjut dia, ada tiga fokus utama yang harus dilaksanakan para ASN pada masa new normal nanti. Yakni, sistem kerja yang fleksibel dengan pengaturan sistem kerja atau jam kerja yang baik, optimalisasi infrastruktur-infrastruktur penunjang, dan penggunaan aplikasi elektronik guna mempermudah koordinasi antar kementerian/lembaga seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Menurutnya, di tengah pandemi ini, sistem manajemen kinerja ASN diharapkan dapat semakin beradaptasi antara lain melalui pertemuan virtual selama tatanan normal baru. Tentunya dengan tetap menitikberatkan perhatian pada pencapaian target kinerja ASN. Karenanya, pimpinan ataupun pemda wajib terus melakukan pengawasan terhadap capaian kinerja para pegawainya. Sehingga layanan public tidak terganggu. (ili/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks