alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Belum Dijemput Negara Asal, Ratusan WNA Tertahan di Tiga Gili

MATARAM-Ratusan warga asing (WNA) tertahan di kawasan tiga gili, Lombok Utara. Mereka belum bisa pulang sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia, Maret lalu. ”Turis-turis yang belum dijemput sama negaranya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, pada Lombok Post, Minggu (5/7/2020).

WNA tersebut, kata Vidi, ada yang datang sebagai turis, pekerja, dan pemilik tempat usaha. Meski gili sedang sepi, namun kehidupan mereka di sana terjamin. ”Mereka mendapat tunjangan dari negaranya,” jelasnya.

Ia menjamin, para WNA tersebut tidak telantar. Beberapa restoran dan hotel saat ini sudah buka dan melayani mereka yang masih ada di gili. Sehingga untuk sarapan, makan siang dan penginapan terjamin. ”Sudah ada tempat tertentu di sana. Beberapa tempat (usaha) juga sudah buka restorannya,” jelasnya.

Para WNA tersebut tinggal di sana dalam keadaan terpaksa, sehingga mereka diizinkan tetap di sana. ”Kalau yang telantar sudah dikembalikan kemarin yang dari Rusia ngamen itu,” ujarnya.

Kondisi tiga gili, khususnya Gili Trawangan hingga saat ini belum pulih. Mesksi destinasi wisata itu sudah dibuka, namun pemerintah sangat hati-hati. ”Kita buka bertahap untuk karyawan dulu, kalau pun ada tamu itu merupakan orang asing yang sudah ada di situ,” jelasnya.

Pemda KLU, kata Vidi, masih terus menyempurnakan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk meyakinkan wisatawan. Termasuk sertifikat cleanliness, health, and safety (CHS) bagi semua tempat usaha di sana. ”Kita belum buka untuk wisatawan luar dulu, termasuk kapal cepat dari Bali, belum,” katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah menerangkan, WNA yang habis masa izin tinggalnya tidak perlu lapor lagi ke kantor Imigrasi. Selama pandemi, visa mereka otomatis diperpanjang. ”Sampai batas waktu yang diumumkan Dirjen Imigrasi. Perpanjangan izin visa ini secara otomatis,” katanya.

Di awal pandemi, para WNA memang diminta datang melapor dan memperpanjang visa. Tapi dengan terbitnya Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Indonesia, visa mereka otomatis diperpanjang. ”Karena memang kondisi pandemi ini,” jelasnya.

Bagi WNA yang tiba setelah 5 Februari dan tidak dapat kembali ke negaranya karena pandemi covid-19, tidak perlu mengajukan perpanjangan izin tinggal ke kantor Imigrasi.  (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks