alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Dihalangi Warga, TNI-Polri Kawal Pemakaman Pasien Korona di Lombok Tengah

MATARAM-Pasien perempuan berinisial BA dinyatakan positif Covid-19. Warga Lombok Tengah (Loteng) itu dinyatakan positif setelah meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram Minggu (5/7) dini hari kemarin.

Kondisi itu membuat pihak keluarga keberatan dan menolak untuk dimakamkan dengan cara protokol Covid-19. Mereka berupaya mengambil paksa jenazah BA.

Namun, upayanya dihalangi pihak rumah sakit. Sehingga terjadi perdebatan alot antara pihak keluarga dengan pihak rumah sakit.

Sekitar pukul 00.10 Wita anggota TNI-Polri dan pihak rumah sakit melakukan dialog dengan pihak keluarga. ”Jangan pandang saya bodoh. Saudara kandung saya ini memiliki gejala penyakit. TBC, ginjal, dan sesak nafas,” protes pria yang mengaku menjadi saudara kandung almarhum BA.

”Bukan Covid-19. Sensasi apa ini,” tanya dia.

Saat almarhumah BA masuk ke rumah sakit tiga hari lalu, tidak dilakukan rapid test. Namun, setelah meninggal tiba-tiba muncul hasil Swab dan dinyatakan positif Covid-19. ”Tidak korona itu yang spontanitas membuat orang langsung meninggal,” protesnya.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, pihak keluarga juga diberikan masuk dengan leluasa. Bahkan, bersentuhan langsung dengan almarhumah. ”Seharusnya, penanganannya harus lebih cepat. Kalau memang saudara saya ini meninggal dunia karena Covid-19, mengapa tidak ditempatkan di ruang khusus. Ini kan aneh,” keluhnya.

Pihak dari TNI Dandim 1606/Lombok Barat (Lobar) Kolonel Arm Gunawan dan Polresta Mataram yang diwakili Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa memberikan pemahaman kepada pihak keluarga. Setelah diberikan pandangan, akhirnya pihak keluarga mengerti dan menerima jenazah almarhumah dimakamkan dengan standar protokol Covid-19.

Sekitar pukul 02.30 Wita, jenazah almarhumah BA diantar menuju pemakaman di Loteng. Dengan pengawalan ketat dari anggota TNI-Polri.

Staf RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram Marif mengatakan, pihak rumah sakit telah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Almarhumah sudah menjalani perawatan medis selama tiga hari. ”Kami melakukan Swab sebelum almarhumah meninggal. Tetapi, hasil Swab-nya keluar setelah dinyatakan meninggal. Hasil swab-nya sudah dinyatakan positif,” kata Marif usai dialog dengan pihak keluarga,” ungkapnya.

Pihaknya sudah memberikan hasil Swab kepada pihak keluarga. Namun, ditolak. ”Sehingga, hasilnya saya berikan ke Pak Danramil,” ujarnya.

Saat memberitahukan hasil Swab-nya, pihak keluarga enggan menerima hasil Swab-nya. Sehingga terjadi perdebatan alot. ”Pihak keluarga tetap ngotot tidak ingin jenazah almarhumah BA dimakamkan secara protokol Covid-19. Tetapi, kami tidak menerima. Karena hasil Swab almarhumah dinyatakan positif,”  kata Marif.

Syukur, dengan koordinasi dengan TNI-Polri semua bisa diselesaikan. Sehingga, pihak keluarga menerima pemakaman dilakukan dengan standar Covid-19. ”Kami dari pihak rumah sakit hanya mejalankan tugas sesuai SOP yang sudah ditentukan. Ya, meskipun ada protes dari pihak keluarga. Ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pihak TNI dan Polri hanya bisa mengamankan. Dengan pendekatan persuasif yang dilakukan ke pihak keluarga, akhirnya mereka menerima jenazah dimakamkan dengan standar protokol Covid-19. ”Untuk memastikan proses pemakaman berlangsung aman, TNI-Polri telah mengawal proses pemakaman dari pengantaran jenazah, hingga pemakamannya,” kata Kadek Adi.

Untuk pengawalan jenazah, tim Polresta Mataram dan Dandim 1606/Lobar telah mengawal pengantaran jenazah hingga ke perbatasan wilayah hukum. Selanjutnya, pengawalan pengantaran jenazah hingga pemakaman dilakukan Polres Loteng. ”Proses pemakaman berjalan lancar dan aman,” tutupnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks