alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Inovasi Lingkungan Sehat dari Desa Tanjung Lombok Utara

Ingat Sate Tanjung? Dinamakan begitu, karena kuliner lezat itu memang berasal dari Desa Tanjung, Lombok Utara. Tapi, bicara Desa Tanjung, tentulah tidak melulu soal Sate Tanjung semata. Sebab, rupanya desa ini punya segudang inovasi. Apa saja?

——————————————–

 

LOMBOK Post akhir pekan lalu bertandang ke desa yang ada di pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara ini. Akhir pekan, aktivitas pemerintah desa bukannya meredup. Malah kian menggeliat.

Rupanya hari itu, Kepala Desa Tanjung Budiawan, bersama sejumlah warga sedang memasang gerbang ecobrick di depan kantor desa. Apa itu ecobrick? Ini adalah cara pemanfaatan sampah baru. Dengan memanfaatkan botol plastik. Botol-botol plastik itu diisi limbah padat dari apa saja. Yang penting limbah padat non biological. Lalu botol-botol itupun bisa dimanfaatkan untuk menjadi dinding bangunan. Seperti gapura yang sedang dibuat Desa Tanjung itu.

“Ecobrick ini murni dari kreativitas masyarakat. Kami tidak ambil ke orang atau beli,” kata Budiawan pada Lombok Post.

Soal pemanfaatan sampah ini, Tanjung memang jago. Ecobrick itu adalah salah satu inovasi penanganan sampah yang dikembangkan di desa tersebut. Dan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, inovasi pemanfaatan sampah tersebut sungguh membantu warga Desa Tanjung. Terutama dalam hal menjaga kebersihan desa.

Masih terkait penanganan sampah, inovasi lainnya di Desa Tanjung adalah tong komposter. “Ini kusus untuk pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Budiawan lagi.

Kepala desa Tanjung dua periode ini menjelaskan, dengan tong komposter ini, sampah rumah tangga tidak lagi dibuang ke got maupun sungai oleh warga. Melainkan diolah ke tong komposter menjadi pupuk cair.

“Terus terang sudah beberapa kali panen ini,” katanya. Beberapa koleganya di Mataram datang secara khusus untuk membeli pupuk cair dari tong komposter milik warga tersebut.

“Pupuk cair itu kini kami buat di masing-masing dusun,” katanya.

Dengan inovasi tersebut, maka jadilah Desa Tanjung kini minim tumpukan sampah. Warga Tanjung kata dia secara sadar juga sudah mulai memisah sampah-sampah mereka semenjak dari hulunya di rumah. Yang sampah plastic disiapkan untuk menjadi ecobrick. Sehingga tak ada yang dibuang sembarangan.

Jika tak dibuat untuk ecobrick, botol-botol plastik bekas itu dijadikan media tanam oleh warga. Antara lain warga menanam aneka jenis sayuran yang tak memerlukan lahan. Hasil tanaman sayuran itu bisa untuk memenui kebutuhan warga sehari-hari. Sehingga kata Budiawan, ketahanan pangan warga pun pada akhirnya ikut terpelihara.

Karena inovasinya ini, maka Desa Tanjung pun akan mewakili Kecamatan Tanjung dalam Lomba Kampung Sehat yang digelar Polda NTB. Soal lomba Kampung Sehat ini, Budiawan punya pandangan. Kata dia, keikutsertaan Desa Tanjung bukan tentang prestasi dan juara. Namun bagaimana meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat. Terutama mengenai isu lingkungan dan kebersihan.

“Poinnya adalah untuk menggugah kembali masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan agar sampah tidak dibuang sembarangan,” ujar dia.

Apalagi di tengah pandemi saat ini. Kata dia, warga terus diingatkan tentang pencegahan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan cara CTPS yaitu cuci tangan pakai sabun.

Khusus soal ini, kata dia, Pemerintah Desa Tanjung sudah menyediakan tong untuk cuci tangan beserta sabunnya di setiap dusun. Ada pula yang berupa hand sanitizer.

“Ke depan meski pandemi ini hilang, CTPS dan PHBS ini harus tetap jalan. Itu adalah langkah kita untuk menjauhkan diri dari penyakit,” kata Budiawan. (fer/r6)

 

INSPIRASI DARI DESA TANJUNG

  • Memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrick.
  • Limbah plastik jadi media tanam sayur mayur di setiap rumah warga desa.
  • Membuat tong komposter untuk mengelola sampah setiap rumah tangga menjadi pupuk cair. Pengelolaam dan pembuatan pupuk cair dilakukan di tiap dusun.
  • Mengoptimalkan potensi desa untuk menjadi bahan pangan olahan dan menjadi usaha rumahan milik warga.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks