alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pengunjung Disko di Savana Propok, TNGR Janji Perketat Pemeriksaan

MATARAM-Penutupan Savana Propok, Sembalun, Lombok Timur harus jadi pelajaran bagi pengunjung maupun pengelola destinasi. Jangan sampai ulah tidak bertanggungjawab terulang di tempat lain. ”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Ulah sekelompok pengunjung Savana Propok yang joget-joget dengan suara musik keras viral di media sosial. Tingkah mereka dikecam warga. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih melanda. ”Makanya kami tutup,” ujarnya.

Menurut Dedy, bukit Propok sudah dijaga tujuh orang. Namun mereka tidak bisa memantau sepanjang waktu aktivitas para pengunjung yang mencapai 150 orang. ”Tujuh orang bagaimana menghalau 150 orang yang ikut-ikutan (joget) di situ,” ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut Dedy, pembukaan delapan destinasi wisata non pendakian di kawasan TNGR berjalan baik. Hanya insiden Propok yang mengganggu.  ”Artinya 90 persen berjalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, Balai TNGR meminta tujuh destinasi yang dibuka melakukan screening ketat terhadap bawaan para pengunjung. Mereka tidak boleh membawa benda-benda yang berpotensi dipakai membuat keributan. ”Tidak boleh bawa sound system besar, tidak boleh bawa minuman,” ujarnya.

Selain pemeriksaan, TNGR juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap mematuhi protokol Covid-19 di destinasi wisata. ”Edukasi sudah mulai sekarang ini,” katanya.

Dedy menambahkan, bagi pendaki yang membuat ulah di Propok sedang dicari. Mereka akan diberikan pembinaan terlebih dahulu. Jika tidak mengindahkan  ke depan mereka akan dilarang berkunjung. ”Kita minta buat surat pernyataan tidak mengulangi, kalau tidak bisa dibina ya di-blacklist,” tegasnya.

Pun demikian, pemerintah mengutamakan upaya pembinaan. Apalagi sebagian besar mereka adalah pemuda dan pelajar yang perlu dibina.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal sangat menyesalkan insiden itu. Ia setuju dengan langkah penutupan sementara Savana Propok. Dengan harapan insiden serupa tidak terjadi lagi di destinasi-destinasi wisata yang lain. ”Kalau mereka seperti itu kami juga bisa tutup,” ujarnya.

Faozal meminta para pengunjung memanfaatkan destinasi wisata sebaik-baiknya. Mereka harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah diberikan. “Jangan sampai destinasi wisata menjadi pusat penularan virus korona,” tegasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks