alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Buta Aksara NTB Masih Tinggi, Urutan Kedua Setelah Papua

JAKARTA–Persoalan buta aksara di Indonesia rupanya masih belum tuntas. Masih ada beberapa daerah yang penduduknya terdeteksi buta aksara atau kemampuan membaca dan menulisnya sangat rendah. Sebarannya, mulai dari Kalimantan Barat hingga Papua.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada enam daerah yang angka buta aksaranya masih tinggi. Di sini, persentase penduduk buta aksara di Papua masih tertinggi dengan angka mencapai 21,9 persen. Disusul Nusa Tenggara Barat 7,46 persen, Nusa Tenggara Timur 4,24 persen, Sulawesi Selatan 4,22 persen, Sulawesi Barat 3,98 persen, dan Kalimantan Barat 3,81 persen. Data buta aksara ini berdasarkan usia 15-59 tahun.

Meski begitu, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri mengatakan, bahwa sebetulnya secara nasional persentase penduduk buta aksara sudah turun. Pada 2019 angka persentase ini turun menjadi 1,78 persen. ”Angka ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya (2018) yakni sebesar 1,93 persen,” ujarnya dalam konferensi virtual Hari Aksara Internasional, kemarin (4/9).

Jumeri menyebut, pekerjaan rumah ini tinggal yang paling berat. Sehingga perlu mendapat perhatian lebih agar permasalahan buta aksara bisa mencapai angka nol persen. ”Ini bukan tugas mudah,” katanya. Namun, permasalahan harus tetap dituntaskan agar perkembangan literasi di Tanah Air tidak terhambat.

Untuk mengatasi persoalan ini, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa program pendidikan keaksaraan. Yang nantinya difokuskan pada daera dengan persentase buta aksara tertinggi. ”Ke depan bakal ada korgab daerah dengan pusat. Nanti balai besar penjaminan mutu pendidikan, akan program keaksaraan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Ditjen PAUD Dikdasmen Samto mengakui, bahwa permasalahan buta aksara ini memang masih rentan di wilayah 3T. di mana daerah-daerah tersebut memang cukup sulit dijangkau. Salah satunya, terkait suku pedalaman. Samto mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan khusus pada mereka.

”Karena tidak bisa langsung frontal. Ada yang memang tidak mengijinkan anak-anaknya pergi ke sekolah tapi saat ini minimal sudah memperbolehkan anaknya mengenal aksara,”paparnya.

Selain itu, nantinya akan dijalin kemitraaan dengan perguruan tinggi untuk bisa menyelenggarakan program kuliah kerja nyata (KKN) matematik. Di mana tujuannya untuk pemberantasan buta aksara. Dengan segala upaya ini, diharapkan pada 2023 buta aksara sudah tidak ada di Indonesia. (mia/JPG/r6)

 

Enam Provinsi dengan Buta Aksara Tertinggi

 

PAPUA

21,9 Persen

NTB

7,46 Persen

NTT

4,24 Persen

SULAWESI SELATAN

4,22 Persen

SULAWESI BARAT

3,98 Persen

KALIMANTAN BARAT

3,81 Persen

 

Catatan:

Data buta aksara ini berdasarkan usia 15-59 tahun

 

Sumber: BPS

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks