alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Satu Peserta Tes SKB CPNS di NTB Positif Korona, Lima Reaktif

MATARAM-Enam peserta seleksi CPNS Pemprov NTB gugur. Penyebabnya, mereka tidak hadir dalam seleksi kompetensi bidang (SKB).

”Gugur karena tidak ada keterangan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, kemarin (4/9).

Pada hari kedua SKB, tiga orang tidak hadir tanpa keterangan, tiga orang peserta reaktif Covid-19, dan satu orang positif Covid-19. ”Peserta yang positif covid tidak masuk tes tapi dijadwalkan ulang tes pada hari tambahan. Dia tidak gugur,” jelasnya.

Sebelumnya, pada hari pertama, peserta yang tidak hadir juga tiga orang dengan dua peserta hasil rapid test-nya reaktif. Dengan demikian, dalam dua hari jumlah peserta SKB yang hadir hanya 219 orang dari semestinya 225 orang.

Meski banyak peserta reaktif, pelaksanaan SKB tidak terganggu. Panitia, kata Nasir, sudah mengantisipasi jauh hari sebelumnya. Hal-hal teknis dipersiapkan dengan matang. ”Kami sudah menyiapkan ambulans kalau ada hal-hal mendesak, semua sesuai protokol,” katanya.

Sekali pun peserta positif Covid-19, pemerintah memberikan kesempatan kepada mereka ikut seleksi. Sebab semua peserta berhak mendapat kesempatan sama. Terlebih mereka sudah sampai pada tahap akhir seleksi.

Melaksanakan seleksi di tengah pandemi Covid-19 tentu berisiko tinggi. Karena itu, panitia mengatur pelaksanaan dengan protokol ketat. ”Mereka yang reaktif tes di ruangan khusus, terpisah,” jelasnya.

Begitu pun dengan peserta yang positif Covid-19, mereka tetap bisa ikut seleksi di hari tambahan, satu hari setelah seleksi selesai. ”Hak-hak peserta harus tetap diberikan,” katanya.

Tidak hanya peserta, panitia pun bekerja sesuai protokol. Sebab mereka juga berisiko tinggi karena setiap hari berada di lokasi tes.”Yang penting ada rekom dari tim kesehatan dan kami tidak bersentuhan dengan mereka,” katanya.

Mengingat ketatnya persaingan dan lamanya proses seleksi, Nasir mengharapkan seluruh peserta memanfaatkan kesempatan dengan baik.  ”Kami minta peserta datang tepat waktu sesuai pengumuman, pakai masker, bawa kartu peserta dan KTP, bawa alat tulis sesuai yang ada di pengumuman,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, selama seleksi protokol kesehatan tetap diberlakukan dengan ketat. ”Kami ingin memastikan penyelenggaraan ujian SKB ini tidak menimbulkan klaster baru dari penyebaran Covid-19,” katanya.

Protokol kesehatan yang wajib dipatuhi adalah penggunaan masker, jaga jarak, penyediaan tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh bagi peserta, dan wajib rapid test bagi panitia ujian. ”Masker wajib digunakan peserta SKB dan panitia yang bertugas,” katanya.

Selama di ruang tunggu dan ruang ujian, peserta harus memastikan menjaga jarak aman, baik dengan peserta lain maupun petugas. Di lokasi ujian juga harus tersedia tempat cuci tangan.

Bagi peserta dengan suhu tubuh yang melebihi ambang batas atau diatas 37,3 derajat Celcius, tetap diperbolehkan mengikuti ujian, namun ujian di tempat terpisah dengan peserta lainnya. ”Semua petugas atau panitia yang bertugas wajib melakukan rapid test dengan hasil non-reaktif,” jelasnya.

Sedangkan untuk peserta, mereka tidak mensyaratkan mengikuti rapid test sebelumnya. ”Kami tidak ingin membebani peserta, jangan sampai ada peserta yang tidak bisa ikut ujian karena tidak memiliki surat hasil rapid test,” jelas Atmaji.

Pelaksanaan SKB tersebar di 34 titik kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta 252 titik lokasi mandiri. Lokasi mandiri diselenggarakan instansi terkait dan tetap dalam pengawasan BKN. Kemudian 17 titik lokasi ujian di luar negeri untuk 37 peserta. ”Meraka akan ujuan serentak Selasa, 8 September,” jelasnya.

Penyebaran lokasi ujian di seluruh Indonesia dimaksudkan supaya peserta dapat memilih lokasi terdekat dengan domisilinya. ”Sehingga, peserta meminimalisir perjalanan jauh dalam situasi pandemi saat ini,”  jelasnya.

Jumlah peserta seleksi CPNS formasi 2019 yang lolos seleksi administrasi mencapai 3.364.802 orang. Namun, tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD) hanya diikuti oleh 3.067.821 peserta.

Dari jumlah tersebut, peserta yang lolos nilai ambang batas SKD berjumlah 1.366.495 orang dan yang diundang mengikuti SKB sebanyak 336.468 peserta. Jumlah itu tiga kali dari kuota formasi masing-masing jabatan yang dibuka. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks