alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Sudah 2020, Infrastruktur Lombok-Sumbawa Masih Jomplang

MATARAM-Pembangunan infrastruktur di NTB belum merata. Infrastruktur di desa-desa di Pulau Sumbawa memprihatinkan. ”Setiap reses, saya selalu menemukan persoalan infrastruktur dasar di Pulau Sumbawa yang masih jomplang dengan daerah lainnya,” kata Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, pada Lombok Post, kemarin (6/3).

                Contohnya beberapa dusun di Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa. Akses jalan menuju desa itu sangat sulit dilalui. Selain terjal, saat hujan jalan menjadi licin. Akses layanan pendidikan dan kesehatan juga menjadi sulit.

                Dengan kondisi itu, dia meminta pemprov dan pemda kabupaten setempat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar,. Seperti akses jalan, pendidikan dan kesehatan di derah-daerah terpencil. ”Ini soal hak kewarganegaraan yang tidak terpenuhi oleh negara,” katanya.

                Dalam kasus tersebut, kata Akhdiansyah, bukan persoalan banyak atau tidaknya desa yang mengalami kondisi seperti itu. Tapi setiap warga negara harus mendapatkan haknya. ”Masa masyarakat dibiarkan tidak mendapatkan layanan maksimal,” katanya.

Apalagi mereka hidup di Pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari NTB. Pemprov dan pemkab harus bahu membahu membantu warga di sana. ”Pak gubernur saya harap mendorong programnya tepat sasaran untuk membantu infrastruktu dasar,” sarannya.

Tidak hanya itu, pemprov juga harus melakukan sinergi dengan daerah-daerah di Pulau Sumbawa agar ada percepatan pembangunan infrastruktur. ”Sinergi masif agar tidak jomplang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Sahdan menjelaskan, jalan di Desa Batu Rotok akan diperbaiki tahun ini. Pemprov bersama kabupaten akan mengerjakan bersama-sama. ”Ada rencana kita ikut sedikit membantu untuk pengaspalan,” katanya.

Rencananya, pemprov menyediakan Rp 5 miliar dan Pemkab Sumbawa Rp 7 miliar. ”Jadi total kita siapkan Rp 12 miliar untuk pembangunan jalan,” katanya.

Sahdan mengakui, ketimpangan infrastruktur jalan di Sumbawa dan Lombok masih terjadi. Dari 1.480-an km jalan, hampir 1.000 km ada di Pulau Sumbawa. Tetapi penduduk di Pulau Lombok sangat padat, sehingga selama ini pembangunan banyak dilakukan di Lombok. ”Makanya kita perbesar dana perbaikan jalan di Sumbawa kali ini,” katanya.

Dari Rp 750 miliar dana perbaikan jalan selama tiga tahun, 70 persen dialokasikan untuk perbaikan jalan di Pulau Sumbawa dan 30 persen lainnya di Lombok. ”Itu pun masih banyak di Sumbawa yang belum bisa dijangkau,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks