alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Tambora Harta yang Luar Biasa

DOMPU-Tambora merupakan harta yang luar biasa. Harus dijaga dan dikembangkan dengan baik. Melalui event Festival Geopark Tambora diharapkan mampu menghimpun umat manusia, untuk napak tilas jejak sejarah letusan Gunung Tambora.

“Saya bisa membayangkan kalau di gerbang Balai Taman Nasional Tambora atau di Kota Dompu dibangun sebuah monumen yang membuat orang mengenang cerita letusan Tambora dan seakan-akan mereka bisa merasakannya,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat membuka Festival Geopark Tambora di Doro Ncanga Tambora, Dompu, Selasa (6/4/2021).

Gubernur mengenang perjalanannya pada tahun 1996. Ia mengunjungi sebuah desa terpencil di Skotlandia bagian paling utara Inggris. Di desa tersebut ada sebuah gua kecil yang membuat orang berbondong-bondong untuk memasukinya. Bahkan banyak orang yang antre. Sebab, di sudut gua yang dihiasi lampu-lampu indah, ada orang yang bercerita tentang dahsyatnya letusan Gunung Tambora, lengkap dengan simulasinya. “Bagi saya yang berasal dari Pulau Sumbawa baru tahu tentang itu. Karena pada masa-masa saya SMA tidak tahu banyak tentang Tambora,” tuturnya.

Belajar dari hal ini, jika terdapat sebuah gua kecil yang sangat jauh di Skotlandia mampu membuat orang antre untuk mendengarkan cerita bagaimana Gunung Tambora meletus, lalu kenapa di Gunung Tambora tempat ia berdiri kokoh tidak mampu menghidangkan cerita apa-apa?

Menurut gubernur, Tambora bukan sekadar gunung tua yang pernah meletus ratusan tahun lalu dengan segala kedahsyatannya. Tapi bagi mereka yang menghargai peradaban, mereka akan menjadikan Tambora sebagai bahan renungan panjang.

Belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia bahwa dampak dari letusan Tambora menyebabkan negara-negara di Eropa tidak mengalami musim panas tiga tahun berturut-turut. Artinya, banyak orang mati karena kedinginan. Banyak orang mati karena kelaparan dan orang mati karena tidak merasakan kehangatan.

Bahkan tentara penguasa Prancis, Jenderal Napoleon Bonaparte, kata gubernur, kalau mereka perang tidak pernah kalah. Namun karena adanya letusan Tambora yang dahsyat menyebabkan abu vulkaniknya menutupi langit Eropa dengan waktu yang sangat panjang. Mereka pun kalah dalam perang Waterloo melawan Inggris dan Prussia pada tahun 1815. Karena tidak tahan dengan kedinginan yang membuat tentaranya banyak yang mati kedinginan. Mereka mengatakan, letusan Tambora bukan hanya menyisakan musim dingin yang berkepanjangan tapi telah mengubah wajah umat manusia pada ratusan tahun yang lalu.

“Nah, gua kecil yang ada di desa terpencil itu adalah gua tempat sebagian mereka sembunyi dan selamat ketika abu vulkanik letusan Tambora menutupi langit Eropa saat itu,” tutur gubernur di hadapan siswa SMA/SMK se-pulau Sumbawa yang hadir dalam festival tersebut.

Orang nomor satu di NTB ini berharap, situs Geopark Tambora harus dijaga dengan penuh kesakralan dengan segala situs dan keunikannya. Bahkan, event di Tambora jangan terlampu sering diadakan cukup hanya satu kali dalam setahun, tapi mampu mengundang orang-orang di seluruh penjuru dunia akan datang bersimpuh merenungi hidup di Tambora.

“Dari renungan panjang tentang Tambora, kita juga tidak berharap bahwa Tambora akan meletus lagi. Tapi adik-adik yang hadir di sini bisa menangkap inspirasi itu, kalau Tambora 206 tahun lalu mampu mengguncang dunia. Siapa tahu generasi Dompu yang duduk bersimpuh di kaki Tambora ini akan mampu mengubah peradaban dunia,” kata Doktor Zul, sapaan akrab gubernur.

Bupati Dompu Kader Jailani mengungkapkan, Gunung Tambora merupakan salah satu potensi warisan alam yang melimpah bagi masyarakat Dompu untuk dikelola dan dikembangkan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menurut bupati, dalam pengembangan geopark Tambora pemerintah daerah bekerja sama dengan pengelola geopark Tambora akan terus menginisiasi pola pembangunan ekonomi masyarakat melalui sektor industri pariwisata yang dikemas dalam konsep pariwisata yang berkelanjutan. Sehingga membantu pemanfaatan keunikan geologi budaya dan alam secara masif.

“Pemerintah Dompu akan terus mengawal berbagai program pembangunan yang diarahkan pemerintah Provinsi NTB untuk menjaga kelestarian hutan. Khususnya kawasan hutan di lereng gunung Tambora yang menjadi kawasan Taman Nasional Geopark Tambora,” ungkapnya.

Melalui program unggulan Jara Pasaka (Jagung, Padi, Sapi, dan Ikan) diyakini akan mampu mengembalikan fungsi hutan. Di mana dalam pengembangan komoditi, khususnya Porang yang mengharuskan adanya tanaman pelindung bagi tumbuh suburnya tanaman Porang.

“Sehingga tanaman pelindung dalam hal ini pohon-pohon besar yang melindungi tanaman Porang. Di samping kita melestarikan hutan, kita juga dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui Komoditi Porang,” jelas bupati.

Program Porang tentu menjadi penopang dalam upaya melestarikan fungsi hutan di Kabupaten Dompu. Sehingga bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Dompu dapat diminimalisir dengan hadirnya prgogram penanaman Porang ke depannya. (ewi/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks