alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Telur Busuk JPS Gemilang, DPRD NTB Minta Bantuan Diganti Uang Tunai

MATARAM-Usulan penyaluran bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) ditolak. ”Tidak. Kebijakan gubernur sementara tidak menggunakan uang tunai,” tegas Asisten II Setda NTB H Ridwan Syah, yang mengkoordinir penyaluran JPS Gemilang NTB, Selasa (5/5).

Gubernur tidak memilih bantuan dalam bentuk uang untuk memastikan warga membeli kebutuhan pokok. ”Jangan sampai dipakai beli pakaian, rokok yang tidak jelas,” katanya.

Bantuan dalam sembako juga bertujuan agar produk-produk lokal dari usaha kecil menengah (UKM) terbeli. Sehingga UKM juga terbantu. Ketika uang itu dibelanjakan, produk-produk UKM di NTB terserap. ”Supaya UKM juga hidup,” katanya.

Di samping itu, bantuan-bantuan dari pemerintah pusat juga sudah disalurkan dalam bentuk uang tunai. Sehingga pemprov memilih pola lain yang lebih memberdayakan usaha lokal. ”Kebijakan pak gubernur, supaya UKM-UKM kita hidup dan kita memberikan bantuan kepada masyarakat setara dengan uang tunai itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisi V DPRD NTB meminta eksekutif mengubah bentuk bantuan JPS Gemilang dari paket bahan pokok menjadi BLT. ”Kasi masyarakat itu Rp 200 ribu, mau diapakan terserah, itu juga akan menggerakkan ekonomi,” kata Anggota Komisi V DPRD NTB Ahkhdiansyah.

Usulan itu muncul karena pembagian JPS gemilang di lapangan kacau balau. Banyak keluhan soal data penerima yang tidak valid, kualitas barang dan pengadaan yang tidak serempak. ”Ini yang perlu kita benahi, sehingga BLT lebih tepat sasaran,” kata politisi PKB itu.

Jika pemprov tetap ngotot dibagikan dalam bantuk sembako, dia justru curiga potensi penyimpangan tinggi. ”Kita curiga banyak pemain soal beli-beli barang ini,” ketusnya.

Jika BLT dianggap tidak bisa memberdayakan UKM lokal, menurutnya, itu alasan yang mengada-ada. ”Justru ini semakin memperkuat dugaan publik ada main mata,” tudingnya.

Ia menilai, dari proses penyaluran tahap awal, pengadaan barang JPS Gemilang terkesan memaksakan. ”Usulan saya agar mempermudah di tengah situasi terbatas seperti saat ini,” ujarnya.

Dewan mendukung upaya pemberdayaan UKM, tetapi dalam situasi darurat ketepatan penyaluran lebih penting. ”Apa nggak cukup bagi pemprov, fakta telur busuk, minyak oplosan, dan minyak angin dipaksakan untuk item JPS,” tandasnya.

Hingga Senin (4/5), protes warga atas kualitas JPS gemilang masih muncul. Salah satu warga merekam bantuan telur yang busuk di kantor Kelurahan Pagutan Barat. Bantuan belum bisa disalurkan karena belum lengkap, baru beras dan telur saja. ”Yang paling menyakitkan telur ini sudah berulat semua,” kata, warga dalam video itu.

Dia meminta gubernur tidak memberikan warga bantuan yang rusak. Bila dimakan itu bisa menjadi racun. Menurutnya itu sangat memalukan, harusnya pemerintah memberikan bantuan yang lebih baik.

Direktur PT GNE Samsul Hadi selaku pihak yang mengadakan beras dan telur mengaku akan mengganti semua bantuan yang rusak. ”Itu sebagai bentuk tanggung jawab kami,” katanya. (ili/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks