alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Gangguan Jiwa, Lima Pasien RSJ Selagalas Positif Korona

MATARAM-Virus korona (covid-19) menyerang semua orang, tanpa terkecuali. Termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ”Siapa bilang orang gangguan jiwa kebal virus korona, buktinya lima pasien RSJ positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Jumat (5/6) lalu.

Ia membantah anggapan sebagian orang yang menyatakan ODGJ kebal dari virus Korona, sehingga tidak perlu dilindungi. ”Pandangan itu jelas salah besar,” katanya.

Covid-19, kata Eka, menyerang manusia tanpa terkecuali, tidak pandang usia, jenis kelamin, status sosial, termasuk kondisi kejiwaan. Pandangan-pandangan yang keliru di tengah masyarakat seperti itu menurutnya perlu diluruskan. ”Sebelumnya juga ada anggapan anak tidak kena virus, itu juga salah,” katanya.

Khusus lima pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma, Selagalas yang terkonfirmasi positif, Eka menyebut, dua orang di antaranya terinfeksi dari klaster Gowa. ”Dari Lombok Barat satu orang, dari KLU satu orang, itu tertular dari klaster Gowa,” katanya.

Tiga orang lainnya, tidak diketahui siapa yang menulari. Mereka berasal dari Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Semuanya baru diketahui positif covid-19 setelah RSJ mulai melakukan pemeriksaan setiap pasien yang masuk. ”Bukan pasien yang di dalam, tapi baru masuk, cuma mereka juga langganan RSJ,” katanya.

Mereka kini semua dirawat di ruang isolasi untuk penanganan lebih intensif. Selain itu, semua orang yang pernah kontak dengan pasien ODGJ juga dilacak. Jumlah orang yang dilacak sudah ratusan dari lima orang tersebut. ”Termasuk petugas lapangan yang membawa pasien juga reaktif saat rapid test,” katanya.

Penanganan pasien Covid-19 ODGJ, kata Eka cukup menantang, karena mereka tidak bisa ditanya pernah bertemu dengan siapa saja. ”Kalau kesembuhan tergantung kondisi seseorang,” katanya.

Dengan kondisi itu, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB H Lalu Gita Ariadi meminta warga tetap waspada. Tidak ada orang yang kebal dengan virus tersebut. Penularan semakin sulit dikendalikan dan pembawa virus sulit dilacak. ”Kuncinya ada empat. Disiplin, disiplin, disiplin, dan disiplin,” tegasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks