alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Keluarga Tertular Korona, Dua Pejabat Pemprov NTB Jalani Karantina Mandiri

MATARAM-Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dan Kepala Biro Kesra Setda NTB H Ahmad Masyhuri jalani karantina mandiri. Keduanya tidak boleh masuk kantor untuk sementara. Itu karena anggota keluarganya terjangkit Covid-19.  ”Ini untuk memastikan mereka tidak terjangkit,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Muhammad Nasir, kemarin (5/6).

Nasir menerangkan, anggota keluarga kedua kepala OPD tersebut merupakan tenaga medis yang terjangkit virus saat bertugas. Satu orang dokter dan satu orang bidan puskesmas.  ”Mereka (kadis) sih baik-baik saja, tapi harus diisolasi sesuai protokol Covid-19,” katanya.

Begitu keluarganya dinyatakan positif, BKD langsung memproses izin karantina

Kadispar Fozal sudah menjalani karantina selama seminggu di rumahnya. Sementara Karo Kesra Masyhuri baru empat hari. ”Kalau hasilnya tesnya negatif dua kali, baru boleh masuk lagi,” jelasnya.

Ia berharap, keduanya segera dinyatakan negatif dan bisa bekerja kembali. ”Kita doakan mereka tidak positif,” katanya.

Terkait jumlah keseluruhan ASN yang terjangkit, BKD belum mengkalkulasikannya. Namun data tiga hari yang lalu menunjukkan, jumlah ASN tenaga medis yang terjangkit 67 orang. Ditambah satu pegawai Bappeda NTB yang sudah sembuh dan pegawai Diskominfotik NTB. Total ada 69 orang.

”Data dua hari terakhir belum saya ikuti, sehingga keseluruhannya belum bisa saya pastikan,” katanya.

Nasir memastikan, meski dua kepala OPD saat ini sedang menjalani karantina, pelayanan publik tetap jalan seperti biasa. ”Tidak ada yang terganggu,” katanya.

Terpisah, Kepala Biro Kesra NTB H Ahmad Masyhuri yang dikonfirmasi mengakui, dia saat ini masih menjalani karantina mandiri karena istrinya yang bertugas sebagai bidan positif Covid-19. ”Tetap saya kerja, tapi kerja dari rumah, termasuk mengkoordinasikan acara di IC (Islamis Center) dari rumah,” katanya.

Dengan begitu, ia tetap terhitung masuk kerja meski semua pekerjaan dikontrol dari rumah. ”Jadi tetap ada karya kita cuma work from home,” katanya.

Ia mengakui, semua anggota keluarganya sudah di-swab dan hasilnya negatif. Ia meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat agar istri, ia, dan anggota keluarganya terhindar dari virus Covid-19.

Masyhuri menambahkan, selain ia dan kepala dinas pariwisata, Staf Ahli Gubernur NTB Andi Pramaria juga menjalani karantina di rumahnya. Kasusnya sama, ada anggota keluarga yang terjangkit Covid-19 sehingga harus diisolasi untuk sementara. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks