alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pembukaan Pendakian Rinjani Batal, Liburan Hanya Boleh di Kaki Gunung

MATARAM-Para pendaki harus menahan rindu untuk bisa naik ke puncak Gunung Rinjani. Wisata pendakian batal dibuka hari ini.

”Lima jalur pendakian Rinjani masih ditutup sesuai arahan Kementerian LHK dan hasil koordinasi dengan pemda di NTB,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady dalam keterangan pers Senin (6/7).

Sesuai jadwal, mestinya 7 Juli , hari ini, wisata pendakian Rinjani dibuka. Semua syarat sudah disiapkan tim sejak 26 Mei silam. SOP pendakian hingga jalur yang rusak akibat gempa telah diperbaiki. Tapi pemerintah belum berani membuka.

”Kami memutuskan bersama-sama. Ya…biar menahan rindu sedikit dulu,” kata Dedy.

Berdasarkan update zona resiko Covid-19 yang ditetapkan BNPB 5 Juli, Kabupaten Lombok Timur masuk  zona kuning (risiko rendah), Kabupaten Lombok Utara zona kuning (risiko rendah), dan Kabupaten Lombok Tengah zona orange (risiko sedang).

Dari peta ini, hanya wisata alam Lombok Utara dan Lombok Timur yang layak dibuka. ”Syarat pembukaan pariwisata alam itu kan memang daerah hijau atau minimal kuning,” katanya.

Tapi wisata pendakian Gunung Rinjani tidak dibuka karena tergolong aktivitas wisata berisiko tinggi. Bila terjadi insiden di Rinjani penanganannya harus menggunakan protokol Covid-19. ”SAR kita belum dilatih untuk evakuasi penanganan covid,” jelasnya.

Selain itu, pembukaan wisata alam tahap pertama hanya membolehkan one day trip, tidak boleh menginap. Sementara pendakian tidak mungkin dilakukan dalam sehari. ”Hanya bisa berlaku buat pelari, tapi kita harus membuka untuk semua bukan hanya bagi pelari,” katanya.

Dedy mengaku, tidak punya kuasa lebih memutuskan pendakian dibuka atau tidak. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dari Dirjen KSDAE, Gugus Tugas Covid-19, Pemprov NTB, dan tiga pemkab di Lombok.

”Saya menyadari ini jauh dari harapan. Tapi ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.

 

Buka 8 Destinasi Non Pendakian

 

Meski pendakian masih ditutup, warga masih punya pilihan untuk berlibur. Dari 13 destinasi wisata alam non pendakian di kawasan TNGR, delapan destinasi akan dibuka.  Kedelapan objek wisata itu yakni Otak Kokok Joben (Joben Eco Park), Telaga Biru, Air Terjun Jeruk Manis, Gunung Kukus, Air Terjun Mayung Polak, Sebau, Savana Propok dan Air Terjun Mangku Sakti.

”Tentu saja dengan berbagai protokol, syarat, dan ketentuan yang ketat, mengingat ini masih masa pandemi Covid-19,” ujar Dedy.

Pembukaan destinsi itu berdasarkan surat edaran Dirjen KSDAE, Kementerian LHK Nomor 9 Tahun 2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa di masa pandemi Covid-19.

“Pembukaan tahap I dengan kuota 30 persen dari kunjungan normal,” ujar Dedy.

Ia memastikan, wisatawan yang masuk akan diperiksa ketat, mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu wisata.

Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa hand santizer/sabun cair, menjaga jarak minimal satu meter. Bagi wisatawan luar NTB membawa surat keterangan bebas covid-19 atau bebas gejala influenza. Jam kunjungan mulai pukul 09.00-15.00 Wita. ”Kita akan memastikan penerapan protokol Covid-19 pada petugas, wisatawan dan penyedia jasa,” tambahnya.

Balai TNGR telah membentuk tim pengawasan dan pengendalian untuk memantau pelaksanaan reaktivasi wisata alam tersebut.

Dedy menambahkan, pembukaan dan penutupan wisata alam disesuaikan dengan kondisi dan hasil evaluasi tim Gugus Tugas Covid-19. Pemerintah menyadari arti penting kawasan tersebut, sebab, kawasan Rinjani menyerap tenaga kerja 1.731 orang pemandu gunung (porter dan guide) dan 129 trekking organizer.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi dalam pertemuan itu mengatakan, pembukaan destinasi dilakukan bertahap karena kondisi belum normal. ”Artinya masih ada tahapan berikutnya. Harapan kami wisata alam menerapkan prosedur Covid-19 yang ketat,” ujarnya.

Pembukaan delapan destinasi wisata alam tersebut perlu mendapat pengawalan masyarakat. Kedelapan destinasi itu diharapkan menjadi contoh bagi destinasi lainnya. ”Ini memberikan gambaran mesin pariwisata alam di NTB mulai bergerak,” tandasnya. (ili/r6)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks