alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Siap-Siap! Penilaian Kampung Sehat NTB Sudah Dimulai

Penilaian Lomba Kampung sehat di Lombok Tengah dimulai. Kemarin, penilaian dilakukan di Desa Arjangka, Kecamatan Pringgarata. Desa ini punya potensi besar dalam hal pertanian dan peternakan untuk menjaga denyut ekonomi warga. Belakangan, desa ini juga punya satu destinasi wisata favorit wisatawan domestik.

———————————————–

 

WAKAPOLRES Lombok Tengah Komisaris Polisi Ketut Tamiana hadir langsung dalam penilaian ini didampingi Kapolsek Pringgarata AKP Suherdy. Hadir pula Camat Pringgarata H Masnun dan tim penilai kampung sehat tingkat kecamatan.

“Lomba kampung sehat ini tidak semata-mata ingin mencari juara. Melainkan, bagaimana warga semakin sadar dan semakin disiplin mengikuti protokol kesehatan,” kata Wakapolres.

Dia mengingatkan pentingnya seluruh masyarakat di Lombok Tengah, menggalakkan gotong royong dan membersihkan sampah-sampah di lingkungan masing-masing. Lalu menjaga pola hidup bersih dan sehat. Juga menjaga jarak saat beraktivitas. “Yang jarang dan tidak menggunakan masker, segera mengubah perilaku,” tandasnya.

Menurut Camat H Masnun, ada 11 desa di Kecamatan Pringgarata yang mengikuti lomba kampung sehat ini. Dari 11 desa itu, akan dipilih menjadi dua desa. Dua desa tersebut yang akan mewakili kecamatan ini dalam lomba tingkat kabupaten.

Agar desa-desa di Kecamatan Pringgarata tidak mengecewakan, pihaknya kata Masnun menerjunkan tenaga dokter. Jumlahnya dua orang. Mereka secara bergiliran membimbing, mengarahkan, sekaligus menilai kampung sehat sesuai ketegori yang di lombakan.

Desa Arjangka punya keunggulan dalam hal ekonomi masyarakat. Desa ini memang tengah menyiapkan terobosan baru sebagai desa wisata. Saat ini di sana sudah ada satu objek wisata desa yang hasilnya terlihat nyata dalam memberdayakan ekonomi masyarakat yang umumnya berbasis pertanian, perikanan, dan peternakan.

Destinasi wisata tersebut berupa sunset view. Lokasinya ada di Dusun Dasan Suman. Ada di lahan berbukit. Luasnya 20 are. Lahan itu milik bersama karena dari wakaf warga desa. Di atasnya lalu ditanam aneka bunga. Mulai dari mawar, anggrek, dan melati.

Sebagai destinasi, ada spot foto yang menawan hati bagi pengunjung. Sembari menikmati keindahan matahari tenggelam, pengunjung bisa foto-foto terlebih dahulu. Spot-spot foto itu kreasi warga setempat. Dijamin top dah. Apalagi bagi mereka yang hatinya lagi berbunga-bunga lantaran sedang jatuh cinta.

“Objek wisata sunset ini sudah dibuka sejak Januari 2019,” kata Kadus Dasan Suman Saparwadi pada Lombok Post.

Di tengah pandemi Covid-19, pengunjung yang ke destinasi ini diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Saat ini, di sejumlah tempat strategis di desa Arjangka, dipasang pengumuman agar warga tidak abai pada protokol kesehatan. Juga menjaga kebersihan lingkungan, meniadakan segala bentuk kegiatan yang menyebabkan orang berkumpul seperti begawe, rowah, atau nyongkolan. Kemudian tidak keluar rumah, kecuali hal yang mendesak. Apabila merasakan gejala demam, flu, sesak napas dan batuk, segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Tentu saja tak cuma mengingatkan. Pemerintah desa juga menyiapkan tempat mencuci tangan yang mudah dijangkau warga. Juga melakukan penyemprotan disinfektan tiga kali seminggu. Lalu dibarengi dengan kampanye dan sosialisasi masif tentang cuci tangan setelah kontak dengan orang lain. Sementara warga desa yang baru pulang dari luar negeri juga wajib melaporkan diri ke pemerintah desa.

Secara umum, total ada 10 dusun di desa ini. Sebagian besar warga hidup dari bertani dan beternak. Desa Arjangka sendiri memiliki luas lahan pertanian hingga 200 hektare. Para petani di desa tersebut 70 persen di antaranya juga memiliki hewan ternak. Setengah di antaranya memelihara ternak di kandang pribadi. Sementara sisanya memelihara ternak di kandang kolektif.

Selain itu, warga juga menjalankan aktivitas budidaya ikan air tawar. Kepala Desa Arjangka H Muhammad Nasir mengemukakan, warganya membudidayakan ikan gurami, mujair, ikan mas, dan karper.

Bagi Nasir, Desa Arjangka bisa dikatakan desa tangguh. Kendati Covid-19 melanda, roda ekonomi warga desa tak terpengaruh dan tetap berjalan. “Sekarang kami ingin tambah menjadi kampung sehat dan tangguh,” kata dia. (dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks