alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kisah Serbat Jahe Desa Langko Lobar yang Bikin Kepincut Ibu Negara

Di tengah pandemi Korona sekarang ini, stamina dan imunitas tubuh harus tetap terjaga. Nah, minuman tradisional dari Desa Langko, Lombok Barat ini patut dicoba. Bentuknya Serbat Jahe. Ibu Negara Iriana Joko Widodo saja mencobanya.

—————————–

 

SERBAT Jahe memang menjadi andalan Dusun Longseran Barat Selatan, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Selain bagus untuk menjaga imunitas tubuh. Serbat Jahe ini juga bagus untuk menjaga dan menopang perekonomian warga setempat.

“Soalnya sudah mendunia dan dijual ke mancanegara,” kata Abdul Hadi, salah seorang pemilik usaha Serbat Jahe terbesar di Desa Langko.

Serbat Jahe adalah salah satu minuman tradisional khas Lombok. Minuman ini sudah lama dikenal masyarakat Suku Sasak. Hanya saja, memang masih sedikit yang menkonsumsinya. Namun, manakala pandemi Korona datang, khasiat Serbat Jahe ruanya menjadi andalan warga menjaga imunitas dan stamina tubuh.

Abdul Hadi sendiri memulai usaha Serbat Jahe semenjk 2016. Dia awalnya hanya mengolah gula aren dan jahe merah. Setelah itu baru dia mengetahui Serbat Jahe adalah minuman tradisional khas Lombok.

“Dulu awalnya coba-coba. Ternyata Serbat Jahe itu minuman tradisional khas Lombok,’’ ungkapnya.

Bahan baku Serbat Jahe cukup sederhana. Mulai dari gula aren, jahe merah, kayu manis, cabe tandan, dan kapulaga. Pembuatannya pun kurang lebih setengah jam. Lalu dilanjutkan dengan proses pengayakan dan dipacking. “Setelah itu baru kita jual,’’ katanya.

Serbat Jahe ini awalnya dijual ke warga sekitar. Lalu khasiatnya terbukti dan mulai dicari banyak orang. Kini Serbat Jahe olahan Abdul Hadi gampang didapatkan di ritel modern dan swalayan di Lombok Barat dan Kota Mataram. Tidak hanya di pasar domestik saja. Serbat jahe sudah dijual ke mancanegara.

“Kita bahkan jual sampai luar negeri. Mulai dari Singapura, Jepang, dan Malaysia,’’ tuturnya.

Abdul Hadi juga berinovasi dengan perkembangan zaman. Dibuktikan dengan Serbat Jahe dijual secara online. Penjualan online ini membuat Serbat Jahe kian berkibar. “Pesanan kita online dari Jakarta dan Pulau Jawa,’’ katanya.

Prospek usaha Serbat Jahe ini cukup menggiurkan. Untuk satu kotak Serbat Jahe berisikan enam saset. Dijual ke pasaran seharga Rp 17 ribu. ’’Sejak 2018 karyawan saya sampai sekarang sudah 18 orang,’’ ungkapnya.

Di masa pandemi, Serbat Jahe semakin banyak dicari. Karena bagus untuk menjaga imunitas tubuh. Apalagi Presiden Joko Widodo pernah meminta warga untuk menkonsumsi minuman jahe. Secara tidak langsung, serbat jahe banyak dicari setelah disampaikan presiden.

“Ibu negara juga sudah mencicipi Serbat Jahe produksi kami datang ke Lombok,’’ tuturnya.

Kini omzet Serbat Jahe semakin meningkat. Karena dijadikan salah satu item atau isi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial NTB Gemilang. Pendapatannya warga yang memproduksi Serbat Jahe di Desa Langko pun meningkat sampai 150 persen. “Sebelumnya rata-rata omzet Rp 30 juta sebulan,’’ katanya.

Dengan Lomba Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru, Hadi mengatakan, Serbat Jahe bagus untuk ketahanan pangan. Namun tidak banyak warga yang memanfaatkannya. Warga juga disebutnya bisa membudidayakan jahe.

“Untuk warga, tentu bagus untuk menopang perekonomian,’’ katanya.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan yang mendukung perekonomian masyarakat. Daerah atau tempat lainnya juga didorong agar bisa membuat terobosan yang bisa membantu perekonomian dilingkungan masing-masing.

“Serbat Jahe bisa dijadikan contoh. Selain untuk menopang perekonomian masyarakat. Juga untuk menjaga stamina dan imunitas tubuh di masa pandemi. ” Itulah salah satu indikator dalam lomba kampung sehat,” kata Kapolresta. (kus/r6)

 

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

  • Meringankan ganguan pencernaan
  • Mengatasi mual karena vertigo atau pengobatan
  • Meredakan rasa sakit pada otot
  • Merangsang tubuh untuk detoksifikasi serta menjauhkan diri dari penyakit kulit
  • Salah satu tanaman obat pencegah kanker
  • Obat bagi penderita peradangan sendi
  • Baik dikonsumsi untuk menjaga berat badan
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks