alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pasien Korona Keluyuran, NTB Siapkan Denda Rp 50 Juta atau Penjara

MATARAM-Pasien positif Covid-19 wajib menjalani isolasi secara ketat. Jika pasien positif Covid-19 tersebut terbukti keluyuran sebelum dinyatakan sembuh dipastikan akan dipidana.

“Ketentuan pidana dalam Perda menyebut, dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta,” kata Kepala Biro Hukum Setda NTB H Ruslan Abdul Gani, Kamis  (6/8).

Dia menjelaskan,  tujuan Perda yang mengatur sanksi dan denda bagi pelanggar protokol kesehatan hanya ingin membuat warga sadar pentingnya disiplin protokol kesehatan.

”Perda ini berlaku bagi semua daerah di NTB,” katanya, saat sosialiasi perda secara daring melalui aplikasi Smeton, kemarin.

Perda yang telah diundangkan, kata Ruslan, wajib dilaksanakan semua pemda kabupaten/ kota. ”Daerah tidak perlu buat perda baru lagi,” katanya.

Selanjutnya, pelaksanaan Perda akan diatur lebih teknis di peraturan gubernur yang sedang digodok. ”Penerapan di lapangan pun akan dilakukan bertahap,” jelasnya.

Ruslan menegaskan, selain sanksi pidana dan denda akan dikenakan bagi pelanggar, akan diatur pula sanksi bagi penyebar berita palsu atau hoax.

”Untuk berita palsu atau hoax juga dalam Pergub akan diatur lebih detil,” katanya.

Sementara itu, Pemprov NTB diminta tidak setengah-tengah dalam menerapkan Perda terkait pengendalian penyakit menular yang sudah disahkan DPRD dan kini sedang dievaluasi Kementerian Dalam Negeri.

”Saran saya bagaimana pelaksanaan perda ini diawasi dengan baik,” kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram Prof H Zainal Asikin pada Lombok Post, kemarin (6/8).

Dia mengingatkan, sebelum perda dieksekusi, yang paling penting aturan disosialisasikan seluas-luasnya melalui media massa. Sehingga masyarakat memahami regulasi dengan baik.

Penerapakan sanksi, kata Asikin, dilakukan dengan pendekatan humanis. Sebab, yang paling penting lahirnya kesadaran warga. ”Sanksi bertahap yang bersifat edukatif, tidak ekstrem,” sarannya.

Menurutnya, perda yang mengatur kewajiban menggunakan masker tidak melanggar hak pribadi warga. Sebab, yang diatur adalah kewajiban bermasker di tempat umum.

Azas berhukum, lanjut Asikin, adalah untuk melindungi kepentingan umum. Jangan sampai keangkuhan pribadi seseorang merugikan kepentingan orang banyak. ”Siapa tahu gara-gara seorang yang ngeyel tidak pakai masker, dari mulutnyalah tersumbar ribuan virus yang akan menulari rakyat banyak,” kata Asikin.

Ia mencontohkan, pembangunan jalan by pass dilakukan dengan mengambil tanah pribadi seseorang yang sebenarnya tidak mau menjual. Tapi demi kepentingan umum hak pribadi dikorbankan.

”Jika pemilik tanah tetap tidak mau menjual, lahannya akan bayar melalui konsinyasi,” kata pakar hukum bisnis itu.

Warga menurutnya tidak perlu ngeyel-ngeyelan soal larangan penggunaan masker. Jika sedang di kamar atau di dalam rumah, warga yang tidak pakai masker tak akan didenda.

”Silahkan Anda tidak pakai masker saat sedang memasak di dapur misalnya, Insya Allah Satpol PP  tidak akan urus yang begitu-gitu,” terangnya.

”Namun jangan coba-coba  petantang-petenteng di mal tidak pakai masker maka logika hukum akan bermain,” tambahnya

Dalam konteks pencegahan Covid-19, butuh kesadaran bersama saling menjaga. Saling merawat dan saling menyayangi dengan mentaati protokol kesehatan. Hal itu merupakan bagian dari ibadah. ”Para tuan guru di daerah ini juga kita harapkan ikut menyuarakan filosofi hukum agar masyarakat kita terus saling menjaga di tengah pandemi ini,” harapnya.

Terpisah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penegakan protokol kesehatan menjadi ikhtiar memutus mata rantai penularan Covid-19. ”Perda menjadi upaya konkret pemerintah memberikan penyadaran,” katanya.

Ia berharapan masyarakat patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak terpapar penyakit. ”Ini bentuk kasih sayang pemerintah kepada masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19,” tegasnya.

 

Tujuh Kandidat Vaksin

 

Sementara itu, penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kemarin (6/8) BPOM dan tim peneliti vaksin Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran melakukan Kick-Off Meeting dan Simulasi Uji Klinik Vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.

Pertemuan dilaksanakan untuk membahas rencana pelaksanaan uji klinik tahap III terhadap salah satu kandidat vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Kepala BPOM Penny Lukito menyampaikan bahwa uji klinik merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin. Tujuannya untuk mendapatkan data khasiat dan keamanan yang valid. Tak hanya dari sisi pelaksanaan uji kliniknya, vaksin yang akan diuji juga harus diproduksi sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Khusus untuk vaksin, dilakukan sertifikasi lot release oleh Badan POM untuk menjaga keamanan dan mutu vaksin tersebut.

“Mengingat mendesaknya kebutuhan terhadap vaksin Covid-19, BPOM berkomitmen untuk melakukan pengawalan pemenuhan peraturan, standar, dan persyaratan di sepanjang siklus perjalanan vaksin,” ujarnya. Perjalanan vaksin yang dimaksud mulai dari tahap pengembangan formulasi sampai distribusi obat, termasuk tahapan uji klinik tahap III ini.

Penny mengimbau kepada tim peneliti dan seluruh pihak yang terlibat untuk senantiasa memenuhi semua ketentuan yang berlaku demi kelancaran pelaksanaan uji klinik tersebut. “Aspek kehati-hatian dan ketepatan dalam pelaksanaan prosedur uji klinik ini harus menjadi perhatian bersama. Agar vaksin yang dihasilkan dapat benar-benar memberikan khasiat dengan keamanan dan kualitas yang terjamin,” tutur Penny.

Dia mengimbau agar masyarakat memberi dukungan. Salah satunya dengan menjadi relawan uji klinik.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) per tanggal 31 Juli 2020, terdapat 26 kandidat vaksin yang saat ini berada dalam tahap uji klinik. 139 lainnya sedang dalam tahap uji pra-klinik. Uji tersebut dilakukan dengan berbagai platform dan dilakukan di berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh dunia sedang bergerak dan berupaya bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa semua negara saat ini berlomba untuk memproduksi vaksin Covid-19. Termasuk Indonesia. ”Kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan vaksin dalam dosis besar,” jelas Wiku kemarin (6/8).

Wiku menyebut, saat ini di seluruh dunia ada cukup banyak kandidat vaksin. 139 kandidat vaksin yang sudah masuk ke tahap pra-klinis. 25 kandidat vaksin masih berproses di uji klinis tahap pertama. 17 kandidat vaksin berada di uji klinis tahap 2.

Sementara yang terjauh, yakni berada pada tahap uji klinis tahap 3 ada 7 kandidat. Yang pertama adalah Vaksin Sinovac dari Wuhan Institute dan Sinopharm, kemudian Beijing Insitute of Biological Product yang juga kelompok dari Sinopharm. “Mereka memiliki 2 kandidat Vaksin,” jelas Wiku.

Kandidat lain adalah BioNtech dari Fosun Pharma dan Pfizer, kemudian dari University of Oxford yang bekerjasama dengan AstraZeneca, Moderna dengan NIAID, serta dari Universitas Merlbourne dan Murdoch Children Institute Australia.

Saat ini, kandidat-kandidat vaksin tersebut sedang diberikan ke ribuan orang memastikan keamanannya, untuk mendeteksi efek samping serta keefektifannya dalam melindungi tubuh dari virus Covid-19.

Sementara itu, Satgas juga mencatat penurunan prosentase daerah dari kategori zona merah. Dari perbandingan minggu sebelumnya, Kabupaten/kota dengan zona merah berkurang dari 44 ke angka 33. Resiko sedang naik dari 160 menjadi 194. Sementara resiko rendah turun dari 178 menjadi 163.

Meski demikian, ada perhatian dari pemerintah pusat pada 8 daerah yang berada pada zona merah dan tidak membaik kondisinya selama 4 minggu terakhir. Yakni Kota Jakarta Barat dan Pusat, Kota Semarang, Kota Banjar Baru dan Tabalong, serta Kota Medan dan Deli Serdang. “Untuk sementara kami belum menerima data dari Jawa Timur,” jelas Wiku.

Selain itu, perkembangan yang mengkhawatirkan adalah 13 Kab/kota yang kondisinya memburuk dari resiko sedang ke tinggi. Di Provinsi Bali, ada Kabupaten Karangasem. Provinsi Gorontalo ada Kota Gorontalo, Gorontalo Utara dan Pahuwatu.  Jawa Barat  Kota Depok, Kalimantan Selatan Kabupaten  Hulu Sungai Tengah. Maluku Kota Ambon, Papua Kabupaten Mimika. Sulawesi Selatan Kabupaten Gowa. Sulawesi Utara Kabupaten Minahasa dan Minahasa Selatan. Sumatera Selatan Kota Prabumulih. Serta Kota Binjai di Sumatera Utara.

“Kami mohon Kepala Daerah, bupati dan walikota untuk meningkatkan penanganan Covid-1 agar status kotanya bisa membaik,” Imbau Wiku. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks