alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kekeringan di NTB Meluas, Anggaran Penanganan Bencana Masih Seret

MATARAM-Dampak bencana kekeringan di NTB terus meluas. Tidak kurang dari 203.879 keluarga saat ini kekurangan air bersih. Tapi anggaran penanganan bencana kekeringan tidak kunjung dicairkan.

”Belum ada yang keluar, baik usulan kita di APBD maupun DSP dari BNPB,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahmadi, pada Lombok Post, Minggu (6/9).

Berdasarkan data, jumlah daerah dan warga terdampak kekeringan terus bertambah. Jika tanggal 25 Juli lalu yang terdampak 74 kecamatan, 318 desa, dan 182.546 KK. Dalam sebulan terakhir bertambah menjadi 76 kecamatan, 348 desa, dan 203.879 KK per 6 September.

Kondisi tersebut, kata Ahmadi, tentu sangat mengkhawatirkan. Namun pemprov belum bisa bergerak membagikan air karena belum ada dana. Padahal NTB saat ini sudah berstatus siaga darurat kekeringan. ”Kita masih hitung-itungan dulu sebab ada APBD perubahan dan Covid-19,” katanya.

Ahmadi menyebut, jumlah bantuan yang diusulkan ke pemprov Rp 8,3 miliar dan Rp 40 miliar diusulan ke BNPB melalui dana siap pakai (DSP). ”Mudah-mudahan dalam bulan ini ada jawaban, kita optimis untuk DSP,” katanya.

Untuk sementara, penanganan diserahkan ke masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang terdampak. Pembagian air dilakukan BPBD masing-masing daerah. ”Mereka sudah meminta bantuan sejak Agustus lalu tapi belum bisa kami turun,” katanya.

Menurutnya, BPBD tidak bisa bergerak sebelum ada  kejelasan dana. ”Apa pun upaya ujung-ujungnya butuh duit. Mau bangun sumur bor pun semua pakai uang,” katanya.

Meski ada dana di BPBD, mereka tidak bisa sembarangan menggunakan dana. Sebab semua terikat pada aturan. ”Dan juga sangat terbatas dana untuk ke BPBD,” kata mantan sekretaris Dinas PUPR itu.

Meski demikian, Ahmadi meminta masing-masing daerah bersabar. Ia yakin dana bantuan akan turun. ”Cuma agak sabar karena kondisi tidak normal. Sebab banyak yang dipikirkan pemerintah ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno menyarankan, karena NTB memasuki fase puncak musim kemarau dengan hari tanpa hujan lebih dari 20 hari, masyarakat diimbau mewaspadai dampak kekeringan.

Dampak itu antara lain, kekurangan air baku untuk pertanian dan rumah tangga. Juga kebakaran semak, lahan, hutan dan perumahan. ”Serta tetap memperhatikan kesehatan khususnya pernafasan dan dehidrasi untuk kelompok umur tertentu,” imbuhnya.

Meski demikian, warga juga perlu mewaspadai potensi pembentukan awan hujan di puncak musim kemarau. ”Waspadai kejadian hujan ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba disertai banjir dan tanah longsor,” imbuhnya. (ili/r5)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks