alexametrics
Selasa, 24 November 2020
Selasa, 24 November 2020

Desa Midang Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budidaya Ikan

Saluran irigasi yang membelah Dusun Midang di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari disulap menjadi tempat budidaya ikan. Saluran yang dulu penuh sampah dan pemicu konflik dengan desa tetangga, kini menjadi sumber perekonomian warga.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Giri Menang

”Sering jadi persoalan, antara petani di (desa) Sesela dan masyarakata (dusun) Midang,” kata Kepala Desa Midang Samsudin, kemarin.

Samsudin menceritakan kondisi awal saluran irigasi itu. Katanya, banyak sampah yang menumpuk. Membuat air menjadi keruh dan kotor. Distribusi air untuk keperluan petani pun tersendat. Terutama untuk sawah milik petani di desa tetangga.

”Karena dianggap sampah-sampah itu dibuang masyarakat,” tuturnya.

Ia berpikir kondisi tersebut akan menjadi masalah. Seperti bom waktu, yang bisa sewaktu-waktu meledak. ”Tapi ini sekaligus menjadi tantangan kita,” ujar Samsudin yang menjabat kades dari 2019 lalu.

Selanjutnya, ia mengajak komunikasi tokoh-tokoh di Dusun Midang. Sekaligus menjadikan dusun ini sebagai pilot project, untuk persoalan sampah. Bersama dengan masyarakat, pemdes kemudian berkomitmen untuk menjadikan saluran irigasi bersih dari sampah.

Pemdes menggerakkan kelompok percepatan pembangunan. Membangunan partisipasi masyarakat langsung dengan cara gotong royong. Langkah ini dimulai dari Juni 2019. Dimulai dengan membuat sekat sampah. Yang terbuat dari teralis besi, untuk membendung sampah yang masuk ke saluran.

Kata Samsudin, ada 10 sekat sampah yang dipasang. Disesuaikan dengan jumlah RT di Dusun Midang. Hasilnya cukup ampuh. Sampah yang biasanya melintas di saluran sungai terhalang sekat.

”Sampah-sampah yang nyangkut itu nanti diambil setiap hari. Dikumpulkan terus diangkut satgas sampah dari desa setiap tiga hari sekali,” beber Samsudin.

Setelah berjalan sekitar sembilan bulan, warga Dusun Midang mulai memetik hasilnya. Saluran irigasi menjadi bersih. Kondisi air pun perlahan menjadi jernih, tidak lagi mengeluarkan bau tak sedap. Sampah plastik dan dedaunan juga menghilang.

Saluran irigasi yang bersih tak membuat masyarakat puas. Mereka mengusulkan kepada pemdes agar di lokasi yang sama, dijadikan tempat untuk budidaya ikan air tawar. ”Mikirnya itu kan masa cuma bersihkan sampah. Akhirnya kita putuskan untuk taruh ikan di sana,” tutur Samsudin.

Budidaya ikan air tawar, seperti Mujaer dan Nilai, dimulai April tahun ini. Pemdes membantu dengan menebar sekitar 600 ekor bibit ikan. Sisanya dilakukan swadaya. Hingga akhirnya terkumpul ribuan ekor.

”Satu tempat itu bisa sampai 2.500 ekor ikan,” Rosydin, salah satu pengurus Pokdarwis di Desa Midang.

Setelah mengubah saluran irigasi sebagai lokasi budidaya ikan, Pemdes Midang memang langsung bergerak dengan membentuk Pokdarwis. Di Dusun Midang juga sudah menjadi salah satu destinasi wisata, dengan tema wisata ekonomi kreatif. (*/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Kapolda NTB Kembali Ingatkan Paslon Kada Patuhi Prokes

Setiap pasangan calon (paslon) kepala daerah (kada) ditekankan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di masa kampanye. Tetapi, masih ada beberapa paslon yang abai. ”Saya peringatkan semua paslon untuk patuh terhadap protokol,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, kemarin (22/11).

Digitalisasi, Cara UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Untuk bertahan di tengah pandemi ini, UMKM harus mau masuk ke dunia digital. Sayangnya, masih ada pelaku UMKM yang asing dengan perkembangan teknologi. Padahal saat ini banyak aplikasi digital yang memudahkan para pelaku UMKM untuk bertransaksi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Akhirnya Subsidi Gaji untuk Guru Honorer Cair

Bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai dicairkan. Untuk mempermudah pencairan, PTK penerima sudah dibuatkan rekening baru. Tinggal melengkapi persyaratannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    OK No thanks