alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Bangun Huntap Gak Bisa Simsalabim

MATARAM-Meski banyak dikeluhkan warga, pemprov mengklaim rehabilitasi (rehab) dan rekonstruksi (rekon) pascagempa di NTB sudah bagus. Bahkan merupakan tercepat dibandingkan daerah lain yang pernah mengalami hal serupa.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam keterangan persnya mengatakan, pembangunan hunian tetap (Huntap) bukan perkara mudah. Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya membutuhkan proses. Pemerintah tidak mungkin bisa langsung membangun rumah dalam sekejap.

Daerah lain, seperti Aceh dan Jogjakarta saja baru bisa membangun huntap bertahun-tahun. Sementara NTB baru efektif bekerja selama dua bulan terakhir. Dengan progres saat ini, Rohmi mengklaim rehab dan rekon termasuk cepat. “Kalau mau jujur rehab rekon di NTB paling bagus,” katanya di hadapan para wartawan.

Rohmi meminta kepada media massa memberikan informasi yang menyejukkan dan mengedukasi masyarakat agar paham kondisi sebenarnya. Sebab media berperan penting dalam upaya NTB bangkit. Pemerintah menurutnya saat ini tengah bekerja tapi pembangunan tidak bisa bimsalabim, rumah jadi dalam sekejap.

Ia menyebutkan, dana bantuan yang ditransfer ke rekening warga sudah hampir Rp 3,5 triliun. Tapi meski uang sudah masuk ke rekening warga, tapi belum tentu rumah bisa langsung dibangun. “Ada proses yang harus dilalui,” katanya.

Ia mengingatkan semua pihak, agar tidak menjadikan bencana sebagai komoditas politik. Apalagi warga yang jadi korban saat ini kondisinya mudah tersulut, sehingga mudah terprovokasi. Jangan sampai warga dibuat resah dan gelisah dengan isu yang tidak terbukti kebenarannya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Tri Budiprayitno menyebutkan, hingga 6 Februari jumlah kelompok masyarakat (Pokmas) terbentuk mencapai 2.404 kelompok. Dengan rincian Pokmas rumah rusak berat (RB) 1.989 kelompok, Pokmas rumah rusak sedang (RS) 135 kelompok, Pokmas rumah rusak ringan  (RR) 280 kelompok. Sementara Pokmas yang di-SK 2.307 Pokmas.

Sementara rekening Pokmas terbentuk 1.912 rekening. Ada penambahan delapan rekening dari sebelumnya. Jumlah rekening Pokmas yang terisi 573 rekening, belum ada perubahan dari sebelumnya. Semuanya rekening rumah RB sementara RS dan RR belum terisi.

Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum menambahkan, rekening masyarakat yang sudah terisi sampai saat ini mencapai 160.944 atau 75,71 persen dari total rumah yang sudah ber-SK. Terdiri dari rekening rumah RB sudah terisi 51.119 atau 68,99 persen. Rekening l rumah RS  25.974 atau  80,24 persen, dan rumah RR 83.851 atau 79,01 persen.

Jumlah rumah tahan gempa (RTG) yang sudah selesai dibangun dan dalam proses pembangunan berjumlah 5.468 unit. Jumlah itu masih kecil dibandingkan yang total rumah rusak.

Tri menambahkan, meski baru sebagian kecil yang sedang dibangun, tapi jumlah masyarakat sudah memilih jenis RTG sebanyak 21.932 KK, bertambah 163 dari sebelumnya. Paling banyak memilih rumah instan kayu (Rika) 8.667 unit, kemudian rumah instan konvensional (Riko) 8.416 unit, rumah instan sederhana sehat (Risha) 4.300 unit. (ili/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks